Punya Anak Bikin Pasangan Suami Istri Lebih Bahagia, Benarkah?

Beberapa pasangan memilih untuk segera memiliki anak setelah menikah. Alasannya karena mempunyai anak di tengah keluarga akan membuat kehidupan pasangan suami istri.
Tapi, benarkah memutuskan untuk memiliki anak dan menjadi orang tua akan membuat seseorang lebih bahagia? Moms, simak penjelasan studi berikut ini.
Riset: Kebahagiaan Suami Istri Setelah Punya Anak
Dilansir Live Science, sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Princeton University, menunjukkan hasil yang imbang bahwa keluarga--baik yang memiliki anak segera setelah menikah atau memutuskan untuk menunda memiliki anak, ternyata sama bahagianya.
"Orang yang punya anak memutuskan memiliki anak karena memang ingin. Sedangkan yang tidak, juga itu atas keinginan mereka sendiri. Lalu mengapa Anda berharap keluarga dengan anak akan lebih bahagia dari yang lain?" kata Angus Deaton, peneliti studi tersebut.
Namun studi lain menunjukkan hasil yang berbeda, Moms. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menjadi orang tua di usia relatif muda, akan menurunkan kebahagiaan mereka. Tapi, ketika mereka di usia paruh baya dan memiliki anak, itu akan memberikan banyak kebahagiaan. Penelitian lainnya mengatakan, menjadi orang tua akan lebih bahagia daripada yang memutuskan tidak jadi orang tua.
Deaton dan koleganya, Arthur Stone, seorang peneliti psikiatri dari Stony Brook University di New York, AS melakukan penelitian kepada pasangan yang sudah memiliki anak di rumah. Mereka ditanya tentang bagaimana kebahagiaan kehidupan mereka setelah memiliki anak dari skala 0-10.
Secara keseluruhan, pasangan dengan anak-anak di rumah cenderung menilai kehidupan mereka lebih baik daripada yang tidak memiliki anak. Namun hasil tersebut tidak bisa menjadi patokan apakah menjadi orang tua lebih bahagia daripada yang memutuskan belum memiliki anak.
Meski begitu, menurut Andrew Oswald, seorang ekonom di University of Warwick, Inggris, di zaman sekarang memutuskan memiliki anak sebagian besar adalah karena sebuah pilihan. "Memilih salah satunya (menjadi orang tua dan tidak) bisa membuat kebahagiaan. Dan setiap orang mempunyai jalan hidup yang berbeda," kata Oswald.
Sementara menurut Carol Graham, ekonom dari Brookings Institutio, AS, mengatakan bagi mereka yang memutuskan untuk tidak memiliki anak, mungkin saja mereka mempunyai hal-hal dalam hidup yang bisa memuaskan mereka. Namun memang, kehadiran cucu dalam kehidupan orang tua Anda akan memiliki manfaat yang besar.
"Ada banyak bukti bahwa cucu memang membuat orang tua Anda bahagia. Kakek nenek bisa mendapatkan kebahagiaan bersama cucu tanpa harus bangun di tengah malam," tutup Oswald.
Jadi, Moms, mempunyai anak adalah sebuah pilihan masing-masing pasangan. Bila ada pasangan suami istri yang belum atau tidak ingin memiliki anak, belum tentu hidup mereka tidak bahagia, begitu pula sebaliknya.
