Kumparan Logo

Rekomendasi Les Anak Sesuai Usia untuk Dukung Tumbuh Kembang Optimal

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Murid mengikuti kegiatan belajar membatik di Galeri Kembang Mayang, Tangerang, Banten, Kamis (2/10/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Murid mengikuti kegiatan belajar membatik di Galeri Kembang Mayang, Tangerang, Banten, Kamis (2/10/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Banyak orang tua ingin memberikan stimulasi terbaik bagi anak, salah satunya dengan mengikutkannya ke kelas tambahan atau les. Namun, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), aktivitas tambahan sebaiknya tetap disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, ya Moms.

Ya Moms, jika terlalu berat atau tidak sesuai usia, anak bisa merasa stres dan kehilangan waktu bermain. Padahal waktu bermain bebas tetap penting untuk kreativitas dan perkembangan sosial-emosional.

Kuncinya, pilih les yang memberi ruang eksplorasi, bukan sekadar mengejar hasil.

Bagi Anda yang sedang mencari rekomendasi les anak sesuai usia, simak penjelasannya di bawah ini!

Rekomendasi Les Anak Sesuai Usia

1. Usia 3–5 Tahun Les Musik, Tari, atau Seni Kreatif

Ilustrasi anak menari balet. Foto: Bangkok Click Studio/Shutterstock

Di usia ini, anak sedang mengenal ritme, warna, dan ekspresi. Kegiatan kreatif seperti menggambar, menari, atau bermain alat musik membantu melatih motorik halus dan fokus. Sehingga, pilihlah les yang berorientasi kesenangan, dan bukan teknik. 2. Usia 4–6 Tahun Les Bahasa Asing Interaktif

Ilustrasi anak belajar bahasa Inggris. Foto: Shutter Stock

Anak prasekolah memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap bahasa dengan cepat. Memberikan stimulasi bahasa kedua di usia dini bisa membantu perkembangan fungsi kognitif dan fleksibilitas berpikir mereka. Kelas bahasa yang dipenuhi lagu, cerita, dan permainan membuat mereka belajar tanpa merasa terbebani. Sehingga, prosesnya tetap menyenangkan bagi si kecil. 3. Usia 5–7 Tahun Les Calistung (Membaca, Menulis, Berhitung)

Ilustrasi anak belajar baca, tulis, dan berhitung (Calistung). Foto: Kdonmuang/Shutterstock

Cocok untuk persiapan masuk SD. Tapi, pastikan prosesnya bertahap dan menyenangkan, bukan karena dipaksakan. Tujuannya adalah menumbuhkan minat belajar, fokus, dan rasa percaya diri, dan bukan hasil cepat. 4. Usia 6–9 Tahun Les Olahraga Terorganisir

Ilustrasi anak berlatih taekwondo. Foto: ANURAK PONGPATIMET/Shutterstock

Selain untuk kesehatan fisik, aktivitas olahraga membantu melatih kerja sama, disiplin, serta kemampuan mengelola emosi. Pilihlah olahraga yang sesuai dengan minat anak, misalnya renang, sepak bola, taekwondo, atau senam. Olahraga-olahraga ini bisa membantu memperkuat otot dan tulangnya, lho! 5. Usia 8 Tahun ke Atas Les Coding, Robotik, atau Teater

Ilustrasi anak belajar coding Foto: Shutterstock

Di usia ini, anak sudah mulai berpikir logis dan memecahkan masalah sederhana. Les berbasis eksperimen, coding dasar, atau teater dapat meningkatkan kreativitas sekaligus keterampilan sosial. Pilihlah tempat les yang mengutamakan eksplorasi dan praktik, dan tidak hanya teori, agar anak tetap menikmatinya saat belajar.