Kumparan Logo

Rekomendasi Pembelajaran Tatap Muka Terbaru dari IDAI

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM). Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM). Foto: Shutter Stock

Sejumlah aktivitas termasuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah dilonggarkan sejak beberapa waktu lalu karena menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia. Ya, PTM boleh dilakukan pada daerah-daerah dengan level PPKM 1-3 dan mengikuti situasi COVID-19 di tiap-tiap wilayah.

Namun, ditemukannya subvarian Omicron yaitu, BA.4 dan BA.5 dengan kasus konfirmasi positif yang cukup tinggi membuat pemerintah kembali memperketat aturan protokol kesehatan. Pada Senin (4/7), angka kasus positif virus corona di Indonesia bertambah 1.434 orang.

Melihat kondisi ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mempertimbangkan beberapa hal seperti berikut:

  • Data terkini terkait peningkatan kasus COVID-19 pada bayi dan anak yang membutuhkan perawatan.

  • Data terkini adanya kasus Multisystem Inflammatory System in Children (MIS-C) dan potensi kasus Long COVID-19 pada anak di Indonesia.

  • Sudah ditemukan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 pada anak di Indonesia dan subvarian ini potensial menyebabkan gelombang kasus berikutnya.

  • Kebijakan pembelajaran tatap muka dan pentingnya proses pendidikan anak dusia sekolah.

  • Periode libur sekolah.

  • Kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan yang mengalami penurunan.

Oleh sebab itu, melalui laman resminya, IDAI memberikan rekomendasi terbaru terkait pembelajaran tatap muka sebagai berikut.

Rekomendasi Terbaru IDAI soal PTM

Murid-murid menerapkan protokol kesehatan saat PTM di Bogor. Foto: Pemkot Bogor
  1. Anak memiliki risiko yang sama dengan dewasa untuk terinfeksi COVID-19, bahkan berpotensi mengalami komplikasi MS-C dan Long COVID-19, sehingga pencegahan adalah yang utama.

  2. Protokol kesehatan terbukti efektif mencegah berbagai penyakit infeksi, termasuk COVID-19, sehingga kebiasaan baik yang terbentuk selama pandemi harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada situasi adanya kenaikan kasus.

  3. Pemerintah meningkatkan 3T (testing, tracing dan treatment) serta menampilkan data terkini kasus COVID-19 terkonfirmasi secara akurat dan transparan, termasuk pada usia bayi dan anak.

  4. Orang tua dan sekolah berkolaborasi dalam memastikan keamanan dan keselamatan anak, antara lain dengan melakukan testing pada anak dengan gejala COVID-19. Patuh dan disiplin melakukan protokol kesehatan, serta tidak membawa anak ke luar rumah apabila ada gejala demam, batuk, pilek atau diare.

  5. Protokol kesehatan terutama fokus pada:

  • Penggunaan masker wajib untuk semua orang berusia di atas 2 tahun.

  • Mencuci tangan.

  • Menjaga jarak.

  • Tidak makan bersamaan.

  • Memastikan sirkulasi udara terjaga.

  • Mengaktifkan sistem penapisan aktif per harinya untuk anak, guru, petugas sekolah dan keluarga yang memiliki gejala suspek COVID-19.

  1. Mengimbau orang tua untuk tidak membawa anak ke tempat keramaian di masa liburan sekolah, serta mengajarkan anak supaya cakap dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

  2. Anak dengan komorbiditas dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak, apabila akan pergi wisata ke luar kota atau luar negeri. Komorbiditas anak meliputi penyakit seperti keganasan, diabetes, hipertensi dan lainnya.

  3. Mengimbau orang tua untuk segera melengkapi imunisasi rutin anak usia 6 tahun ke atas dan anggota keluarga lainnya dengan imunisasi COVID-q9 lengkap.

  4. Keputusan buka atau tutup sekolah harus memperhatikan adanya kasus baru COVID-19 di sekolah atau tidak.

Ya Moms, itulah rekomendasi pembelajaran tatap muka terbaru dari IDAI dengan pemutakhiran terakhir pada 20 Juni 2022. Sementara itu per hari ini, Mendagri Tito Karnavian memperpanjang PPKM Jawa dan Bali sejak 5 Juli-1 Agustus 2022 karena ada beberapa daerah yang PPKM-nya naik jadi level 2. Sehingga rekomendasi pembelajaran tatap muka ini masih mungkin diperbaharui lagi.