Mom
·
11 September 2021 13:49
·
waktu baca 3 menit

Review Buku Cerita Anak: Joko dan Jenar Jalan-Jalan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Review Buku Cerita Anak: Joko dan Jenar Jalan-Jalan (1234286)
searchPerbesar
Buku Cerita Anak: Joko dan Jenar Jalan-Jalan. Dok: Saga Indonesia
Mengajari anak tentang indahnya keragaman dan semangat persaudaraan bisa dilakukan dengan berbagai cara yang menyenangkan. Salah satunya dengan membacakan buku cerita.
ADVERTISEMENT
Seperti buku cerita untuk anak berjudul 'Joko dan Jenar Jalan-Jalan' karya Allegra Sastradipura dan Henny Yulianti yang jadi pilihan editor kumparanMOM kali ini.
Buku ini bercerita tentang Joko dan Jenar yang bersaudara meski berbeda agama. Mereka suka bermain dan jalan-jalan bersama. Hingga suatu hari, Jenar harus menggunakan kursi roda. Joko pun terus mencari cara agar Jenar bisa jalan-jalan dan main bersamanya lagi.
Ya Moms, buku ini memang mengangkat tema yang tidak biasa dan sarat dengan pesan-pesan bermakna untuk disampaikan pada anak-anak kita.
Ilustrasinya pun menarik, kuat sekaligus indah. Sehingga anak dapat dengan mudah mengikutinya. Hal ini juga diungkapkan oleh sang penulis, Allegra Sastradipura.
“Selain soal disabilitas, Joko dan Jenar juga bercerita melalui ilustrasinya, dari gambar-gambar itu pembaca tahu bahwa Joko dan Jenar memiliki agama yang berbeda,” ujar Allegra kepada kumparanMOM, Kamis (9/9).
ADVERTISEMENT

Kisah di Balik Penulisan Buku 'Joko dan Jenar dan Jalan-Jalan'

Sang penulis juga menjelaskan, buku 'Joko dan Jenar Jalan-jalan' sengaja ditulis untuk membantu orang tua membicarakan isu-isu keragaman pada anak-anak mereka.
“Ketika saya mengetahui permasalahan-permasalahan berkaitan dengan keberagaman ini juga semakin terasa dampaknya ke anak-anak, termasuk kerabat dekat, saya tergerak untuk menulis cerita yang bisa membantu orang tua untuk membicarakan isu-isu keberagaman dengan anak-anak mereka,” jelas Allegra.
Sebelum menjadi penulis buku anak, Allegra Sastradiputra sudah aktif menulis artikel-artikel dalam bahasa Inggris untuk beberapa media dan sering membahas tentang isu-isu sosial di Indonesia, termasuk soal keragaman.
“Cerita Joko dan Jenar itu ditulis berdasarkan persahabatanku dengan editorku, Titiana Adinda. Dinda juga seorang penulis dan dia selalu menggunakan rollator kalau pergi ke luar rumah. Setiap kali kita mau bertemu di luar, kami akan cari tahu apa restoran yang kami tuju aksesibel untuk Dinda atau tidak. Cerita Joko dan Jenar mencoba membahas isu-isu yang kami temukan saat mencari tempat yang aksesibel supaya kami bisa bertemu,” ungkap Allegra.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, isu keragaman tersebut ternyata membuat cerita ‘Joko dan Jenar Jalan-Jalan’ kurang bisa diterima penerbit. Sehingga, Allegra memutuskan untuk menerbitkannya sendiri secara independen di bawah bendera Saga Indonesia.
“Elemen ini ternyata kurang disukai penerbit besar dan saya sempat ditanya apa saya mau mengurangi gambar-gambar yang menunjukkan hal ini. Saya keberatan karena buku ini memang proyek idealisme-ku dan mengurangi bagian itu rasanya seperti menyeleksi isu keberagaman apa yang perlu ditunjukkan,” jelas Allegra.

Andien Aisyah Ikut Bacakan Buku 'Joko dan Jenar Jalan-Jalan'

Penyanyi Andien Aisyah pun turut mengapresiasi buku cerita ‘Joko dan Jenar Jalan-Jalan’. Bahkan kita bisa menyaksikan Andien membacakannya langsung buku ini di IG TV @kumparanMOM.
“Aku senang sekali bisa berbagi cerita ini karena cerita ini bagus sekali di mana kita bisa membantu saudara kita dan teman kita yang khususnya menggunakan kursi roda dan mungkin penyandang disabilitas lainnya,” ujar Andien.
ADVERTISEMENT
Buku ‘Joko dan Jenar Jalan-Jalan’ bisa Anda beli di beberapa toko buku dan secara online lewat Instagram Saga Indonesia dengan harga Rp 60 ribu. Sekali lagi, semoga buku ini bisa jadi salah satu media untuk membantu orang tua membahas isu keragaman, persaudaraan dan inklusivitas, ya!