Ribuan Anak Kehilangan Ortu Akibat COVID-19, Butuh Pendampingan Fisik dan Mental
·waktu baca 3 menit

Pandemi COVID-19 berimbas pada banyak hal, terutama pada kesejahteraan keluarga. Menurut data dari Kementerian Sosial pada 2021, pandemi telah mengakibatkan sekitar 37.951 anak Indonesia menjadi yatim piatu. Kondisi ini melatarbelakangi SOS Children’s Villlages untuk mendampingi keluarga terdampak pandemi, khususnya anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat COVID-19.
Lembaga non-profit ini menyiapkan berbagai macam program pendampingan bagi anak-anak yang kehilangan pengasuhan orang tua akibat pandemi. Menurut Family Strengthening Program Director SOS Children’s Villages Tatang Kurnia, ada sekitar 1.830 keluarga terdampak pandemi yang didampingi oleh SOS Children’s Villages di beberapa daerah di Indonesia.
“Kita punya keluarga dampingan sebanyak 1.830-an ya di seluruh Indonesia, dan ini langsung terdampak dengan situasi pandemi ini,” jelas Tatang dalam webinar bertajuk ‘Mendukung Keluarga Rentan dan Anak Indonesia Bangkit Bersama dari Dampak Pandemi’ yang digelar SOS Children’s Villages pada Selasa (14/9).
Dampak yang Dirasakan Keluarga Korban Pandemi COVID-19
Menurut Tatang, dampak pandemi COVID-19 sangat berpengaruh pada keluarga dampingan SOS Children’s Villages dari segala sektor, seperti dalam hal perekonomian dan akses untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.
“Itu jelas sekali ekonomi, penerimaan pendapatan itu berkurang. Pada saat itu, (terjadi) keterbatasan lapangan pekerjaan dan para pencari nafkah itu sangat sulit untuk dapat kerja. Lalu, di area kesehatan, bahwa bahkan juga kesehatan di keluarga, kita analisa mendapatkan akses-akses layanan yang sebenarnya pada hari-hari sebelumnya itu tidak ada masalah,” ungkap Tatang.
Sementara itu, menurut Child Safeguarding Coordinator SOS Children’s Villages, Amira Pratiwi, anak-anak dari keluarga dampingan SOS Children’s Villages yang terdampak COVID-19 juga rentan mengalami masalah kesehatan mental.
“Sebetulnya sih secara umum enggak jauh beda dengan keluarga pada umumnya, yang dirasakan kecemasan, ketakutan, lebih terasa di awal 2020-2021 ketika pandemi masih jadi ketakutan yang sama,” jelas Amira.
Pendampingan yang Dilakukan
Ada beberapa program yang dilakukan SOS Children’s Villages dalam membantu keluarga dampingan mereka untuk bangkit lagi pasca-pandemi, seperti dana bergulir, dukungan psikososial, dan berbagai macam kegiatan untuk anak.
Di Semarang, misalnya. Menurut Village Director SOS Children Villages Semarang Ardik Setiawa, mereka telah mengadakan program bantuan untuk anak terdampak COVID-19 sejak akhir tahun 2021.
“Memang desain awal program kami yakni tanggap darurat, bagaimana kita merespons segera mungkin situasi, utamanya di trauma psikologi yang dialami oleh anak-anak. Kemudian, diiringi dengan dukungan tambahan nutrisi, kemudian ada juga dukungan pendidikan, dan selain itu juga kegiatan-kegiatan lain yang utamanya dalam rangka mendukung atau pun membantu anak-anak keluar dari situasi sulitnya,” jelas Ardik.
Tak hanya untuk anak-anak, Ardik juga mengadakan pelatihan untuk remaja yang siap memasuki dunia kerja, seperti mengajarkan keterampilan tertentu, latihan membuat CV, dan latihan wawancara kerja.
“Di awal itu kita intens sekali melakukan pendampingan, khususnya di area psikologi. Dan saat ini, memang sudah relatif terlihat hasilnya, anak-anak sudah mulai baik, sudah bisa beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.
