Ribuan Ibu Diduga Mengalami PTSD Usai Melahirkan tapi Tak Terdiagnosis

Moms, pernah nggak merasa masih sering terbayang-bayang momen melahirkan meski sudah berbulan-bulan berlalu? Menurut studi terbaru, kondisi tersebut bisa jadi tanda gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD), dan ternyata banyak yang tidak menyadarinya.
Sebuah evidence review yang dipimpin tim dari University of East Anglia (UEA), Inggris, bekerja sama dengan City St George's University of London dan University of Birmingham, mengungkap bahwa gangguan psikologis dan emosional pascamelahirkan kerap luput dikenali atau salah didiagnosis saat konsultasi pascasalin dengan dokter umum.
Berapa Banyak Ibu yang Mengalami PTSD Usai Melahirkan?
Berdasarkan riset ini, sekitar 5-5,9 persen perempuan yang melahirkan mengalami PTSD. Jika dikonversi ke angka kelahiran, setidaknya 15.000 perempuan per tahun di Inggris diperkirakan mengalami PTSD pascamelahirkan yang tidak terdeteksi, bahkan angka sebenarnya bisa dua kali lipat atau lebih.
Salah satu penyebab utamanya, banyak dokter yang keliru mengira gejala PTSD sebagai depresi pascamelahirkan biasa, sehingga penanganan yang diberikan pun menjadi tidak tepat sasaran. Padahal, menurut peneliti, kurang dari separuh perempuan dengan gejala PTSD pascamelahirkan yang berhasil terdiagnosis dan mendapat penanganan dari layanan kesehatan.
Tak Selalu Berawal dari Persalinan yang Rumit
Dr. Megan Foreman, peneliti utama sekaligus dokter umum dari Norwich Medical School, UEA, menjelaskan bahwa PTSD pascamelahirkan biasanya muncul setelah kehamilan atau persalinan yang traumatis. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi meski proses melahirkan berjalan lancar secara medis.
Ia menambahkan, dampak dari birth trauma yang tidak tertangani bisa sangat luas. Sebagian perempuan menjadi begitu cemas hingga terus-menerus mencari kepastian dari tenaga kesehatan soal kondisi dirinya atau bayinya. Sebagian lain justru menghindari layanan kesehatan sama sekali, termasuk saat menjalani kehamilan berikutnya, atau meminta operasi caesar elektif pada kehamilan selanjutnya demi merasa lebih memegang kendali.
Gejala yang Perlu Dikenali
PTSD pascamelahirkan memiliki sejumlah gejala khas, di antaranya:
- Kilas balik momen persalinan
- Mimpi buruk berulang soal proses melahirkan
- Kecemasan berlebihan
- Pikiran negatif yang terus muncul
- Menghindari hal-hal yang mengingatkan pada pengalaman melahirkan
Gejala inilah yang membedakan PTSD dari baby blues atau depresi pascamelahirkan biasa — meski kecemasan bisa muncul di ketiganya, PTSD punya pola re-experiencing trauma yang khas dan cenderung bertahan lebih lama.
Kenapa Ini Penting
Angela McConville, CEO organisasi parenting NCT, mengatakan temuan ini mengkhawatirkan dan menunjukkan bahwa layanan pascasalin perlu lebih fokus pada kondisi emosional ibu, tidak hanya pemeriksaan enam minggu pascamelahirkan yang bersifat rutin.
Jika dibiarkan tanpa penanganan, PTSD pascamelahirkan telah dikaitkan dengan berbagai dampak jangka panjang, mulai dari masalah hubungan dengan pasangan, penderitaan berkepanjangan, hingga peningkatan risiko masalah kesehatan mental yang lebih serius.
Jadi, kalau Anda mengalami gejala-gejala di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Mengenali dan menyuarakannya adalah langkah pertama untuk mendapat penanganan yang tepat.
