Kumparan Logo

Riset: Bayi di Dalam Kandungan Mampu Bedakan Berbagai Bahasa

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock

Mengajak bicara bayi di dalam kandungan punya berbagai manfaat, salah satunya membangun ikatan dengan si kecil serta merangsang indra pendengarannya. Tapi, sebagian besar dari Anda mungkin penasaran, apakah bayi di dalam kandungan benar-benar mengerti apa yang Anda ucapkan?

Moms, pertanyaan ini terjawab dalam sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh University of Kansas Medical Center's Hoglund Brain Imaging Center, Amerika Serikat.

Bayi di Dalam Kandungan Bisa Bedakan Berbagai Bahasa

Mengutip Parents, para peneliti mengungkapkan bahwa janin ternyata sudah mampu mengetahui seseorang berbicara padanya dalam beberapa bahasa. Menurut riset yang dilakukan, bayi di dalam bisa menunjukkan respons berbeda saat diajak bicara dalam bahasa Jepang atau bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil di trimester ketiga, atau kira-kira sebulan sebelum melahirkan.

Menurut ketua penelitian, Utako Minai, riset sebelumnya menunjukkan bahwa bayi baru lahir mungkin sudah sensitif terhadap ritme antar bahasa.

Ilustrasi janin Foto: Pixabay

"Diskriminasi awal ini membuat kami bertanya-tanya kapan kepekaan anak-anak terhadap sifat ritme bahasa muncul, termasuk apakah memang muncul sebelum lahir,” jelasnya.

Ya Moms, bahasa Inggris dikenal memiliki struktur ritme yang menyerupai kode Morse, sementara bahasa Jepang memiliki ritme yang lebih teratur. Dan setelah berbicara dengan dwibahasa, timnya kemudian memutar rekaman tersebut kepada 24 wanita yang sedang hamil 8 bulan tersebut.

Detak Jantung Bayi Berubah saat Mendengar Bahasa Berbeda

Hasilnya, detak jantung janin berubah ketika janin dihadapkan pada bahasa Jepang, setelah sebelumnya sudah mendengarkan bahasa Inggris.

Perkembangan janin Foto: Pixabay

"Hasil ini menunjukkan bahwa perkembangan bahasa mungkin benar-benar dimulai sejak dalam kandungan. Janin mempersiapkan pendengarannya ke bahasa ibu bahkan sebelum mereka lahir, berdasarkan sinyal bicara yang ada di dalam rahim," paparnya.

Ia menambahkan kepekaan pranatal terhadap sifat ritme bahasa dapat memberi anak-anak salah satu dasar perkembangan terpenting dalam mempelajari bahasa.

"Kami pikir ini adalah penemuan yang sangat menarik," tutup Minai.