kumparan
22 April 2018 12:48

Riset: Merangkak Bisa Meningkatkan Konsentrasi Bayi

Ilustrasi bayi merangkak. (Foto: Thinkstock)
Setiap orang tua pasti merasa senang ketika mengetahui anaknya mulai bisa merangkak. Ya Moms, merangkak merupakan salah satu cara awal bayi untuk berjalan dengan mandiri.
ADVERTISEMENT
Merangkak juga merupakan bagian dari proses perkembangan motorik kasar bayi, di mana gerak tubuh bertumpu pada tangan dan lutut. Masa-masa merangkak ini biasanya berlangsung antara usia 7 hingga 10 bulan.
Pada usia 6 hingga 7 bulan, umumnya bayi sudah bisa mengangkat badan dan bokongnya dengan kedua tangan dan kaki sebagai penopang. Pada saat itu, Anda mungkin akan sering melihat bayi dengan posisi merangkak.
Merangkak merupakan sebuah momen unik untuk melatih koordinasi tubuh, yang akan membantu anak dalam beraktivitas, seperti makan, memakai baju dan juga berolahraga.
Anak bermain. (Foto: Thinkstock)
Dilansir The Health Site, sebuah studi yang dilakukan oleh Bandon Boor dari Universitas Purdue bahkan mengatakan, udara yang dihirup saat merangkak juga bermanfaat untuk si kecil.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut dikarenakan, gerakan berguling dan merangkak di lantai bisa membuat lebih banyak partikel ke udara. Mulut serta lubang hidung bayi akan lebih dekat ke lantai, di mana mereka akan lebih fokus pada udara yang mereka hirup. Hal ini juga berguna untuk merangsang sistem kekebalan bayi dan membuat mereka lebih fokus karena akan berhati-hati saat mulai berjalan nanti.
Studi lainnya mengatakan bahwa merangkak bisa membantu kemampuan visual bayi untuk melihat objek lebih detail dan mengingat bentuk serta tekstur barang yang dilihatnya.
Jadi, melalui merangkak, bayi bisa lebih intensif mempersiapkan otot dan sarafnya menuju gerak yang lebih sempurna. Dengan merangkak pula, bayi dapat lebih mudah memenuhi rasa ingin tahunya. Karena dengan keterampilan barunya ini, ia bebas bereksplorasi, mencoba dan mengamati lingkungan sekitarnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan