Riset: Nenek Cenderung Lebih Terkoneksi dengan Cucu Ketimbang Anaknya Sendiri
·waktu baca 2 menit

Memiliki orang tua yang dekat dengan anak kita adalah suatu keberkahan dan kebahagiaan tersendiri ya, Moms. Bahkan tak sedikit anak yang rela ditinggal lama di rumah kakek dan nenek tanpa orang tuanya.
Nah, ternyata ada studi ilmiahnya kenapa kakek dan nenek dekat dengan cucunya. Bahkan menurut studi yang dilakukan di Emory University di Atlanta, AS, nenek lebih terkoneksi dengan cucu mereka ketimbang dengan anaknya sendiri! Wah, kok bisa ya?
Penelitian soal Alasan Kedekatan Nenek dengan Cucu
James Riling, seorang profesor antroplogi, psikiatri, dan ilmu perilaku, dari Emory University di Atlanta, AS, menerbitkan penelitian tersebut di The Royal Society beberapa waktu lalu.
Timnya merekrut dan mensurvei 50 nenek yang memiliki setidaknya satu cucu kandung berusia antara tiga dan 12 tahun. Mereka juga mengukur fungsi otak ketika para peserta melihat gambar cucu mereka, anak yang tidak dikenal, orang tua yang berjenis kelamin sama dari cucu tersebut, dan orang dewasa yang tidak dikenal.
Para peneliti menemukan bahwa nenek yang melihat gambar cucunya mengaktifkan bagian otak yang melibatkan empati emosional dan gerakan.
Sebaliknya, penelitian ini juga menemukan bahwa ketika nenek melihat gambar anak mereka yang sudah dewasa, mereka menunjukkan aktivasi yang lebih kuat di area otak yang berhubungan dengan empati kognitif. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mungkin mencoba memahami secara kognitif apa yang dipikirkan atau dirasakan anak mereka yang sudah dewasa dan alasannya, namun tidak sebanyak dari sisi emosional.
Bahkan dibanding hasil penelitian sebelumnya terhadap para ayah, empati nenek terhadap cucunya lebih besar! Ya, Rilling memang sempat meneliti hal yang sama tapi dengan sampel yang berbeda, yakni para ayah. Mereka ditunjukkan foto anak, mulai dari anaknya sendiri maupun anak orang lain yang dikenal dan yang tidak dikenal.
“Hal ini menunjukkan bahwa nenek diarahkan untuk merasakan apa yang dirasakan cucu mereka ketika berinteraksi dengan cucu mereka,” kata Rilling dalam artikel berita Emory.
Jika cucu mereka tersenyum, mereka merasakan kegembiraan anak tersebut. Dan jika cucu mereka menangis, mereka merasakan kepedihan dan kesusahan anak tersebut.
“Di banyak masyarakat, nenek adalah pengasuh yang penting, dan investasi nenek sering dikaitkan dengan peningkatan kesejahteraan cucu,” tulis penulis studi tersebut.
