Risiko Bila Air Ketuban Ibu Hamil Terlalu Banyak
ยทwaktu baca 2 menit

Pengalaman setiap ibu hamil berbeda. Begitu juga dengan tantangan yang dihadapi setiap ibu selama kehamilan. Salah satu tantangan yang bisa dialami ibu hamil adalah hidramnion yaitu kondisi di mana ibu hamil memiliki air ketuban melebihi batas normal.
Perlu diketahui Moms, jumlah cairan ketuban umumnya akan meningkat di usia ke-36 minggu kehamilan lalu perlahan akan berkurang hingga mendekati waktu persalinan.
Namun bila bayi di dalam kandungan memproduksi terlalu banyak urin atau tidak cukup menelan air, maka cairan akan menumpuk sehingga menyebabkan hidramnion.
Air Ketuban Ibu Hamil Terlalu Banyak, Ini Risikonya
1. Kesulitan melahirkan
Dikutip dari Parenting Healthy Babies, ibu hamil yang mengalami hidramnion mungkin akan kesulitan dalam proses persalinan. Sebab air ketuban yang terlalu banyak membuat bayi masih bisa leluasa bergerak di dalam rahim meski sudah memasuki trimester kehamilan.
Hal ini membuat sebagian bayi kerap berada dalam posisi tidak normal saat mendekati waktu persalinan atau sungsang.
Selain itu bayi mungkin akan sulit memasuki panggul selama persalinan, karena tali pusar telah berada di leher rahim mendahului bayi. Kondisi ini dikenal sebagai prolaps tali pusat dan umumnya membuat ibu harus melahirkan dengan operasi caesar.
2. Solusio plasenta
Hidramnion juga dapat menyebabkan terjadinya solusio plasenta. Menurut, American Pregnancy Association, ini merupakan kondisi medis di mana plasenta terlepas dari lapisan rahim sebelum ibu melahirkan. Akibatnya? Suplai oksigen dan nutrisi ke janin mengalami penurunan sehingga menyebabkan perdarahan berat pada ibu hamil.
3. Pecah ketuban dini
Ketika volume air ketuban melebihi normal ada kemungkinan kantung ketuban bisa bocor. Kondisi ini yang akhirnya membuat air ketuban pecah lebih awal sebelum waktunya dan dapat menyebabkan bayi lahir prematur.
4. Bayi lahir cacat
Menurut Medline Plus, hidramnion yang parah dapat menimbulkan masalah pada janin, misalnya bayi yang lahir dengan cacat lahir pada otak dan tulang belakang, penyumbatan sistem pencernaan, masalah genetik hingga kemungkinan bayi lahir mati.
Penulis: Hutri Dirga Harmonis
