Risiko Kehamilan pada Wanita Gemuk

11 Oktober 2021 8:53
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Risiko Kehamilan pada Wanita Gemuk Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Risiko Kehamilan pada Wanita Gemuk Foto: Shutterstock
Wanita gemuk lebih sulit hamil. Ini karena, pada wanita yang mengalami kegemukan, ovarium dan sel lemak sama-sama membuat hormon estrogen sehingga estrogen menumpuk di tubuh dan kehamilan sulit terjadi.
Bagaimana bila kehamilan terjadi pada wanita gemuk? Bisa saja, Moms. Namun seperti dikutip dari Women's Health, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) kehamilan pada wanita gemuk juga dapat menimbulkan beberapa risiko.
Apa saja?

1. Masalah saat Pemeriksaan Kehamilan

Ilustrasi foto USG Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi foto USG Foto: Shutter Stock
Memiliki terlalu banyak lemak tubuh membuat dokter sulit memeriksa anatomi janin saat USG. Memeriksa detak jantung janin selama persalinan juga mungkin lebih sulit jika Anda mengalami obesitas.

2. Bayi Terlalu Besar

Ibu yang gemuk bisa memiliki janin yang lebih besar atau bayi dengan berat badan di atas rata-rata (makrosomia). Hal ini dapat meningkatkan risiko cedera saat melahirkan. Misalnya, bahu janin bisa tersangkut setelah kepala dilahirkan.
Bayi yang lahir dengan terlalu banyak lemak tubuh juga memiliki peluang lebih besar untuk mengalami obesitas di kemudian hari.
Macam-macam Risiko Kehamilan pada Wanita Gemuk. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Macam-macam Risiko Kehamilan pada Wanita Gemuk. Foto: Shutterstock

3. Persalinan Caesar

Makrosomia juga meningkatkan risiko persalinan karena bayi yang besar lebih sulit dilahirkan secara normal. Sehingga pada kasus makromoia, kerap kali dokter menyarankan prosedur persalinan caesar.

4. Kelahiran Prematur

Ibu yang gemuk kemungkinan dapat terserang preeklamsia, dan ini menyebabkan kelahiran prematur yang diindikasikan secara medis. Jika bayi lahir prematur, maka tidak sepenuhnya berkembang seperti bayi yang lahir cukup bulan.
Perlu diketahui, bayi prematur memiliki peningkatan risiko masalah kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutterstock

5. Bayi Lahir Cacat atau Mati

Bayi yang lahir dari ibu obesitas berisiko mengalami cacat lahir, seperti cacat jantung dan cacat tabung saraf (NTDs).
Sementara makin tinggi indeks massa tubuh ibu, semakin besar risiko lahir mati pada bayi.
Mengingat risiko-risiko di atas, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting. Dengan pemeriksaan rutin, bidan atau dokter dapat memantau kondisi ibu maupun bayi di dalam kandungan dari waktu ke waktu dan bertindak cepat bila ada kondisi tertentu.