Risiko Komplikasi Penyakit Kuning pada Bayi
ยทwaktu baca 2 menit

Setelah lahir, beberapa bayi memiliki jumlah sel darah merah yang berlebihan, hampir sebanyak orang dewasa. Karena hatinya belum cukup matang untuk memecah sel darah merah, organ tersebut akhirnya menghasilkan bilirubin, yaitu pigmen kuning yang membuat warna kulit dan mata bayi berubah kekuningan. Kondisi ini disebut dengan penyakit kuning atau jaundice.
Mengutip Baby Gaga, Untuk mengobati penyakit kuning pada bayi baru lahir, dokter akan melakukan prosedur medis yang disebut fototerapi. Prosedur medis tersebut menggunakan cahaya bili yang dapat membantu untuk menghilangkan bilirubin dari darah.
Gelombang cahaya tersebut akan melewati kulit dan darah bayi hingga akhirnya bisa menurunkan kadar bilirubin di organ hati. Ya Moms, bayi akan dibaringkan di tempat tidur dengan posisi telanjang dan mata tertutup, kemudian diterangi dengan cahaya bili.
Jika bayi tidak segera mendapatkan penanganan medis untuk mengobati penyakit kuningnya, kondisi tersebut berisiko menimbulkan komplikasi. Simak penjelasan berikut ini, Moms.
Komplikasi dari Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir
1. Ensefalopati Bilirubin Akut
Bilirubin memiliki sifat racun bagi sel-sel otak. Jika bayi mengalami penyakit kuning yang parah, ada risiko bilirubin masuk ke otak yang menimbulkan kondisi medis yang disebut ensefalopati bilirubin akut.
Mengutip Medline Plus, gejala ensefalopati bilirubin akut terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap awal, tengah, dan akhir. Dengan rincian:
Tahap awal
Penyakit kuning ekstrem
Tidak ada refleks kejut
Sulit menyusu
Lesu atau mengantuk ekstrem dan tonus otot rendah atau hipotonia.
Tahap tengah
Mudah menangis
Tangisan dengan nada tinggi
Tubuhnya melengkung ke belakang dengan leher hiperekstensi ke belakang dan tonus otot tinggi atau hipertonia
Nafsu makan menurun
Tahap akhir
Kejang
Tidak mau menyusu sama sekali
Menangis dengan suara nyaring
Otot kaku, punggung melengkung dengan leher hiperekstensi ke belakang
Koma
Bayi yang mengalami ensefalopati bilirubin akut harus segera mendapatkan penanganan medis untuk mencegah kernikterus.
2. Kernikterus
Kernikterus merupakan sindrom yang terjadi jika ensefalopati bilirubin akut menyebabkan kerusakan permanen di otak. Mengutip Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, kondisi ini dapat menyebabkan palsi serebral athetoid dan gangguan pendengaran.
Selain itu, kernikterus juga menyebabkan masalah pada penglihatan, gigi, dan terkadang menyebabkan cacat intelektual. Apa saja gejalanya?
Kulit bayi dari kepala sampai kaki berubah menjadi warna sangat kuning atau cenderung oranye
Sulit bangun atau tidak tidur sama sekali.
Sulit menyusu dengan baik
Sangat rewel
Jarang buang air kecil dan besar
Bayi yang mengalami kernikterus harus mendapatkan fototerapi segera untuk menurunkan kadar bilirubin dalam tubuhnya. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan melakukan transfusi tukar darah jika diperlukan.
