Kumparan Logo

Risiko Komplikasi Penyakit Kuning pada Bayi

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penyakit kuning pada bayi. Foto: Bonn_A/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyakit kuning pada bayi. Foto: Bonn_A/Shutterstock

Setelah lahir, beberapa bayi memiliki jumlah sel darah merah yang berlebihan, hampir sebanyak orang dewasa. Karena hatinya belum cukup matang untuk memecah sel darah merah, organ tersebut akhirnya menghasilkan bilirubin, yaitu pigmen kuning yang membuat warna kulit dan mata bayi berubah kekuningan. Kondisi ini disebut dengan penyakit kuning atau jaundice.

Mengutip Baby Gaga, Untuk mengobati penyakit kuning pada bayi baru lahir, dokter akan melakukan prosedur medis yang disebut fototerapi. Prosedur medis tersebut menggunakan cahaya bili yang dapat membantu untuk menghilangkan bilirubin dari darah.

Gelombang cahaya tersebut akan melewati kulit dan darah bayi hingga akhirnya bisa menurunkan kadar bilirubin di organ hati. Ya Moms, bayi akan dibaringkan di tempat tidur dengan posisi telanjang dan mata tertutup, kemudian diterangi dengan cahaya bili.

Jika bayi tidak segera mendapatkan penanganan medis untuk mengobati penyakit kuningnya, kondisi tersebut berisiko menimbulkan komplikasi. Simak penjelasan berikut ini, Moms.

kumparan post embed

Komplikasi dari Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir

Ilustrasi penyakit kuning pada bayi. Foto: Bonn_A/Shutterstock

1. Ensefalopati Bilirubin Akut

Bilirubin memiliki sifat racun bagi sel-sel otak. Jika bayi mengalami penyakit kuning yang parah, ada risiko bilirubin masuk ke otak yang menimbulkan kondisi medis yang disebut ensefalopati bilirubin akut.

Mengutip Medline Plus, gejala ensefalopati bilirubin akut terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap awal, tengah, dan akhir. Dengan rincian:

Tahap awal

  • Penyakit kuning ekstrem

  • Tidak ada refleks kejut

  • Sulit menyusu

  • Lesu atau mengantuk ekstrem dan tonus otot rendah atau hipotonia.

Tahap tengah

  • Mudah menangis

  • Tangisan dengan nada tinggi

  • Tubuhnya melengkung ke belakang dengan leher hiperekstensi ke belakang dan tonus otot tinggi atau hipertonia

  • Nafsu makan menurun

Tahap akhir

  • Kejang

  • Tidak mau menyusu sama sekali

  • Menangis dengan suara nyaring

  • Otot kaku, punggung melengkung dengan leher hiperekstensi ke belakang

  • Koma

Bayi yang mengalami ensefalopati bilirubin akut harus segera mendapatkan penanganan medis untuk mencegah kernikterus.

kumparan post embed

2. Kernikterus

bayi kuning atau jaundice Foto: Shutterstock

Kernikterus merupakan sindrom yang terjadi jika ensefalopati bilirubin akut menyebabkan kerusakan permanen di otak. Mengutip Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, kondisi ini dapat menyebabkan palsi serebral athetoid dan gangguan pendengaran.

Selain itu, kernikterus juga menyebabkan masalah pada penglihatan, gigi, dan terkadang menyebabkan cacat intelektual. Apa saja gejalanya?

  • Kulit bayi dari kepala sampai kaki berubah menjadi warna sangat kuning atau cenderung oranye

  • Sulit bangun atau tidak tidur sama sekali.

  • Sulit menyusu dengan baik

  • Sangat rewel

  • Jarang buang air kecil dan besar

Bayi yang mengalami kernikterus harus mendapatkan fototerapi segera untuk menurunkan kadar bilirubin dalam tubuhnya. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan melakukan transfusi tukar darah jika diperlukan.

kumparan post embed