Risiko yang Perlu Diwaspadai Bila Ibu Hamil Suka Olahraga Melompat
ยทwaktu baca 2 menit

Ibu hamil disarankan untuk berolahraga demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Olahraga selama kehamilan juga dapat membantu mendukung perkembangan bayi di dalam kandungan.
Meski begitu, ibu hamil tetap harus berhati-hati saat memilih olahraga yang akan dilakukannya. Sebab, beberapa jenis olahraga dinilai dapat berbahaya bagi kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya melakukan olahraga ringan saja, Moms.
Nah, salah satu olahraga yang tidak disarankan selama kehamilan adalah melompat. Melompat tidak disarankan dilakukan oleh ibu hamil karena merupakan gerakan yang cukup keras dan bisa membahayakan kehamilan. Yuk, pahami beberapa risiko melompat saat hamil, Moms.
Beberapa Risiko Melompat saat Hamil yang Perlu Diwaspadai
1. Meningkatkan risiko cedera ligamen
Selama fase kehamilan, tubuh wanita memproduksi dan melepaskan hormon relaksin. Hormon ini akan mengendurkan ligamen di daerah panggul. Mengutip Mom Junction, ligamen yang melunak biasanya lebih rentan terhadap cedera. Jika ibu hamil melakukan olahraga berat seperti melompat, ia kemungkinan akan melukai atau bahkan mematahkan ligamen dan persendiannya.
2. Meningkatkan risiko keguguran
Selama kehamilan, pusat gravitasi bergeser karena bayi yang tumbuh dan ukuran perut yang membesar membuat ibu hamil mudah kehilangan keseimbangan dan jatuh saat melompat. Jatuh atau cedera perut selama kehamilan dapat membuat ibu mengalami keguguran.
3. Menyebabkan persalinan prematur
Rahim ibu akan tumbuh besar selama kehamilan dan memberikan tekanan yang sangat besar pada leher rahim. Dikutip dari FirstCry Parenting, melompat dapat menyebabkan dampak gesekan antara rahim dan leher rahim yang bisa berisiko menyebabkan persalinan prematur.
4. Menyebabkan pendarahan vagina dan komplikasi
Lompat merupakan aktivitas yang melibatkan gerakan keras dan menghentak. Bila salah-salah melompat, ini bisa menyebabkan terjadinya pendarahan vagina dan komplikasi yang parah pada ibu hamil. Kondisi ini tentu bisa membahayakan kondisi ibu dan bayi di dalam kandungan.
