Kumparan Logo

Risiko yang Perlu Diwaspadai Bila Ibu Hamil Suka Olahraga Melompat

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil melompat. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil melompat. Foto: Shutter Stock

Ibu hamil disarankan untuk berolahraga demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Olahraga selama kehamilan juga dapat membantu mendukung perkembangan bayi di dalam kandungan.

Meski begitu, ibu hamil tetap harus berhati-hati saat memilih olahraga yang akan dilakukannya. Sebab, beberapa jenis olahraga dinilai dapat berbahaya bagi kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya melakukan olahraga ringan saja, Moms.

Nah, salah satu olahraga yang tidak disarankan selama kehamilan adalah melompat. Melompat tidak disarankan dilakukan oleh ibu hamil karena merupakan gerakan yang cukup keras dan bisa membahayakan kehamilan. Yuk, pahami beberapa risiko melompat saat hamil, Moms.

kumparan post embed

Beberapa Risiko Melompat saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutter Stock

1. Meningkatkan risiko cedera ligamen

Selama fase kehamilan, tubuh wanita memproduksi dan melepaskan hormon relaksin. Hormon ini akan mengendurkan ligamen di daerah panggul. Mengutip Mom Junction, ligamen yang melunak biasanya lebih rentan terhadap cedera. Jika ibu hamil melakukan olahraga berat seperti melompat, ia kemungkinan akan melukai atau bahkan mematahkan ligamen dan persendiannya.

2. Meningkatkan risiko keguguran

Selama kehamilan, pusat gravitasi bergeser karena bayi yang tumbuh dan ukuran perut yang membesar membuat ibu hamil mudah kehilangan keseimbangan dan jatuh saat melompat. Jatuh atau cedera perut selama kehamilan dapat membuat ibu mengalami keguguran.

Ilustrasi ibu hamil olahraga. Foto: Shutter Stock

3. Menyebabkan persalinan prematur

Rahim ibu akan tumbuh besar selama kehamilan dan memberikan tekanan yang sangat besar pada leher rahim. Dikutip dari FirstCry Parenting, melompat dapat menyebabkan dampak gesekan antara rahim dan leher rahim yang bisa berisiko menyebabkan persalinan prematur.

4. Menyebabkan pendarahan vagina dan komplikasi

Lompat merupakan aktivitas yang melibatkan gerakan keras dan menghentak. Bila salah-salah melompat, ini bisa menyebabkan terjadinya pendarahan vagina dan komplikasi yang parah pada ibu hamil. Kondisi ini tentu bisa membahayakan kondisi ibu dan bayi di dalam kandungan.