Rukun Puasa Ramadhan, Begini Cara Menjelaskannya pada Anak

Ramadhan tiba! Selain menjalankan ibadah puasa, orang tua dapat menjadikan bulan suci ini kesempatan emas untuk lebih mengenalkan Islam kepada anak. Misalnya dengan menjelaskan rukun puasa Ramadhan.
Ya Moms, dengan memahami rukun puasa Ramadhan, ibadah puasa yang dijalankan anak dapat lebih dipahaminya dan jadi bermakna. Jika bingung harus menjelaskannya seperti apa, coba ikuti tips yang khusus disiapkan tim kumparanMOM untuk Anda:
Cara Jelaskan Rukun Puasa Ramadhan pada Anak
1. Jelaskan Bahwa Rukun Puasa Ramadhan Ada Dua
Rukun puasa Ramadhan ada dua, yang pertama adalah niat. Jelaskan pada anak bahwa niat puasa Ramadhan harus diucapkan dalam hati dan dilakukan di malam hari. Selain itu, beritahu anak ketika mengucapkan niat puasa maka wajib menjelaskan kefardhuan di dalam niat tersebut seperti yang disampaikan oleh Nahdlatul Ulama atau NU.
Rukun kedua adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa. Anda bisa menjelaskan secara sederhana apa saja yang bisa membatalkan puasa, seperti makan dan minum di siang hari hingga muntah secara sengaja.
2. Niat Puasa Ramadhan
Ajarkan juga niat puasa Ramadhan kepada anak. Beritahu si kecil bahwa dengan menghapal niat puasa, maka anak sedang menjalankan salah satu rukun puasa Ramadhan. Berikut doa niat puasa Ramadhan yang bisa Anda ajarkan kepada anak:
نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ
“Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan keajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah SWT, semata.”
3. Hal yang Membatalkan Puasa
Beritahu anak bahwa saat puasa, mereka harus bisa menahan diri supaya tidak batal puasa. Seperti memasukkan benda ke mulut, bukan hanya makanan dan juga minuman. Paparkan juga bahwa jika suatu hari anak makan atau minum dalam keadaan lupa, maka puasanya tidak batal.
Muntah dengan sengaja juga merupakan hal yang membuat puasa batal. Jika suatu hari anak Anda tidak sengaja muntah karena sakit atau mabuk perjalanan, tenangkan dia dan beritahu bahwa puasanya tetap sah jika si kecil masih mau melanjutkan.
Selain dua hal tersebut, ada enam hal lagi yang bisa membatalkan puasa. Seperti memasukkan benda atau obat ke salah satu dari dua jalan qubul dan dubur, melakukan hubungan seksual, keluarnya air mani dengan sengaja, mengalami haid atau nifas, gila saat puasa, dan juga murtad saat puasa.

