Kumparan Logo

Salat Tarawih #DiRumahAja Bareng Keluarga, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi salat berjamaah di masjid Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salat berjamaah di masjid Foto: Shutterstock

Beberapa waktu lalu, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am Sholeh mengimbau umat muslim untuk dapat melaksanakan ibadah salat tarawih selama bulan Ramadhan di rumah aja. Menurutnya, hal ini tak akan mengurangi niat daripada ibadah itu sendiri. Terlebih, kondisi ini utamanya untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Senada dengan Ni'am, Ustaz Rikza Maulan, Lc., M.Ag juga menyatakan hal yang sama. Ia mengakui bahwa penyebaran COVID-19 sangat cepat dan hal ini sangat berbahaya bagi masyarakat. Maka dari itu, Anda diingatkan untuk melakukan berbagai kegiatan di rumah aja, termasuk dalam hal ibadah.

Ilustrasi mengajak anak shalat Foto: Shutterstock

Ustaz Rikza pun tak memungkiri bahwa Ramadhan tahun ini akan terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika Anda biasanya salat tarawih berjamaah di musala atau masjid di sekitar rumah, kini kegiatan tersebut tak bisa Anda lakukan akibat pandemi corona. Namun, sebagai gantinya Anda dapat melakukan salat tarawih bersama keluarga di rumah, Moms.

Lantas, bagaimana hukumnya salat tarawih di rumah? Ternyata, salat tarawih di rumah justru pahala tersendiri, Moms.

"Salat tarawih memiliki keutamaan dan pahala tersendiri jika dilakukan di dalam rumah," kata Ustaz Rikza Maulan kepada kumparanMOM pada Rabu (22/4).

anak muslim Foto: Shutterstock

Ia kembali menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW dalam HR Muslim dijelaskan hanya melaksanakan 2-3 kali salat tarawih berjamaah di masjid dengan para sahabatnya. Selebihnya, ia melakukan kegiatan ibadah tersebut di rumah. Sehingga, menurut dosen dari Universitas Muhammadiyah Jakarta ini, tidak masalah jika kita melaksanakan salat tarawih di rumah bersama keluarga.

Kemudian, dalam beberapa riwayat pun disebutkan bahwa salat sunah memang lebih afdal jika dilakukan di rumah. Sementara, salat tarawih sendiri merupakan salah satu dari salat sunnah, Moms.

"Dalam hadis disebutkan, 'Dari Zain bin Tsabit ia berkata 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sebaik-baik salat seorang laki-laki adalah di rumahnya, kecuali salat wajib' (HR. Ahmad)," tuturnya.

Ilustrasi Anak Muslim Foto: Shutterstock

Terakhir, dalam kondisi terjadinya wabah penyakit berbahaya yang dapat dengan mudah menular seperti ini, Ustaz Rikza menuturkan bahwa hal yang paling mulia dan paling besar pahalanya adalah berdiam diri di dalam rumah dengan sabar dan ikhlas karena Allah SWT.

Sebab, jika seorang muslim dapat dengan sabar dan ikhlas menghadapi situasi seperti saat ini, maka Allah SWT akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala orang yang mati syahid.

"Dalam hadis disebutkan, dari Aisyah RA berkata: saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengenai penyakit tha'un. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan kepadaku bahwa ia adalah azab yang Allah kirim bagi siapa yang ia kehendaki, dan ia menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman," jelas Ustaz Rikza.

Ilustrasi salat bersama anak dan keluarga di rumah Foto: Shutterstock

"Tidaklah seseorang yang berada di wilayah yang terjangkit penyakit tha'un, kemudian ia tetap tinggal di rumahnya, sabar, dan mengharap pahala Allah, ia mengetahui bahwa ia tidak akan menjangkitinya kecuali apa yang telah Allah tetapkan kepadanya, kecuali baginya seperti pahalanya orang yang mati syahid (HR. Ahmad)," lanjutnya.

Jadi, meski salat tarawih di rumah, tak perlu cemas, sebab ada pahala tersendiri di dalamnya. Ustaz Rikza Maulan pun kembali mengingatkan, meski beribadah dari rumah, jangan sampai ada satu malam yang terlewat dan tidak melaksanakan salat tarawih bersama keluarga, ya! Nikmati dan manfaatkanlah momen ini dengan sebaik-baiknya.

kumparan post embed