Kumparan Logo

Sama-sama Penyebab Infertilitas, Apa Bedanya Endometriosis dan PCOS?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi endometriosis. Foto: Gegambar/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi endometriosis. Foto: Gegambar/Shutterstock

Endometriosis dan PCOS adalah dua masalah kesehatan yang banyak dialami perempuan. Kedua masalah hormon ini juga sama-sama menjadi penyebab infertilitas.

Meski sama-sama masalah hormon dan jadi penyebab infertilitas, endometriosis dan PCOS adalah dua hal yang berbeda, Moms. Nah, agar tidak salah, yuk simak penjelasan dari ahlinya di bawah ini!

Perbedaan Endometriosis dan PCOS

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Mohammad Haekal, SpOG, KFER, FICS, MIGS, menjelaskan endometriosis adalah pertumbuhan jaringan di luar rahim, di sekitar organ, yang membuat peradangan di seluruh tubuh.

Dalam banyak kasus, perempuan dengan endometriosis sering kali mengalami nyeri saat menstruasi. Namun sebagian lainnya justru tidak merasakan gejala apa pun. Oleh karena itu, sering kali perempuan menyadari punya endometriosis saat mengalami kesulitan hamil.

"Sementara PCOS atau syndrome ovarium polykistik adalah kelainan hormon yang diakibatkan oleh berlebihan kadar hormon androgen atau hormon pria pada wanita, dan ketidakteraturan menstruasi," tutur dr. Haekal kepada kumparanMOM.

Dokter yang praktik di Endometriosis Center Brawijaya Antasari ini menyebut, pada pasien sulit hamil, 25-50 persennya terdapat endometriosis. Sementara pada pasien yang memiliki endometriosis, 30-50 persennya mengalami kesulitan hamil.

Penanganan Endometriosis

1. Pengobatan

Menurut dr Haekal, endometriosis bisa diatasi dengan konsumsi obat anti nyeri dan obat hormon, sesuai resep dokter. Pemberiannya bisa dilakukan melalui suntikan, obat yang diminum, maupun spiral yang berisi hormon.

2. Pembedahan

Tindakan pembedahan ini dilakukan pada pasien nyeri dan untuk meningkatkan keberhasilan hamil.

"Oleh karena itu, pastikan penanganan endometriosis oleh dokter yang berkompeten dan di center endometriosis yang sudah berpengalaman," kata dr Haekal.