Kumparan Logo

Sandal Anak Bunyi Cit-Cit di Tempat Umum, Wajar atau Mengganggu?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sandal Anak Bunyi Cit-Cit di Tempat Umum, Wajar atau Mengganggu?  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Sandal Anak Bunyi Cit-Cit di Tempat Umum, Wajar atau Mengganggu? Foto: Shutter Stock

Belakangan, sandal anak berbunyi “cit-cit” menjadi perbincangan di media sosial. Ada yang menganggap suara sandal tersebut menggemaskan, tetapi ada pula yang merasa terganggu ketika mendengarnya di tempat umum.

embed from external kumparan

Lantas, mengapa suara sandal cit-cit bisa menarik perhatian anak? Apakah bunyi yang muncul setiap kali melangkah bisa membuat si kecil lebih bersemangat berjalan dan mengeksplorasi lingkungan?

Psikolog Madeline Jessica, M.Psi, Psikolog, menjelaskan bahwa suara yang muncul setiap kali anak melangkah bisa menjadi pengalaman sensoris yang menarik. Anak usia dini sedang aktif mempelajari hubungan antara tindakan dan akibat yang ditimbulkannya.

Ilustrasi anak belajar jalan. Foto: Shutterstock

“Ketika melangkah lalu mendengar bunyi cit-cit, anak bisa mulai memahami bahwa gerakan tubuhnya menghasilkan suara tertentu,” jelas Madeline beberapa waktu lalu.

Alasan Sandal Cit-Cit Bisa Menarik Perhatian Anak

Menurut Madeline, ada dua konsep psikologi yang bisa menjelaskan mengapa suara sandal tersebut menarik bagi anak.

Pertama, sensory exploration atau eksplorasi sensoris. Anak belajar melalui berbagai indra, termasuk pendengaran dan gerakan tubuh. Suara sandal yang berulang dapat menarik perhatian, memunculkan rasa ingin tahu, dan membuat aktivitas berjalan terasa seperti permainan.

Kedua, contingent feedback, yaitu umpan balik yang muncul setelah seseorang melakukan tindakan tertentu. Anak mendengar bunyi cit-cit tepat ketika kakinya bergerak. Hubungan tersebut dapat membantunya memahami sebab-akibat.

Ilustrasi anak berjalan. Foto: Shutter Stock

“Jadi, ya, bunyi sandal bisa membuat sebagian anak lebih tertarik untuk berjalan dan bereksplorasi,” ungkapnya.

Meski begitu, sandal berbunyi bukan syarat agar anak tertarik berjalan ataupun mempercepat perkembangan motoriknya.

Tips Memilih Sandal Cit-Cit yang Aman untuk Anak

Sandal cit-cit boleh saja digunakan selama nyaman dan aman. Orang tua perlu memastikan alas kaki memiliki ukuran yang pas, tidak mudah terlepas atau bergeser, serta tidak licin, terutama jika anak masih belajar berjalan.

Jika anak terus terdistraksi oleh bunyi sandal atau terlihat kesulitan menjaga keseimbangan, sebaiknya pertimbangkan untuk mengganti alas kakinya.

Ilustrasi anak berjalan di rumput. Foto: Shutter Stock

Sandal Cit-Cit di Tempat Umum, Perlukah Anak Dilarang?

Madeline menjelaskan bahwa memahami perilaku anak bukan berarti semua perilaku harus dibenarkan. Sebaliknya, menghargai kenyamanan orang lain juga bukan berarti anak harus selalu dituntut untuk tidak mengganggu siapa pun.

Anak usia dini masih belajar memahami aturan sosial dan mengendalikan perilaku. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan batasan sesuai usia, misalnya ketika anak berlari, berteriak berlebihan, atau sengaja mengganggu orang lain.

Di sisi lain, setiap orang dewasa memiliki batas toleransi berbeda terhadap suara. Ada yang menganggap bunyi sandal cit-cit menggemaskan, tetapi ada pula yang merasa terganggu.

Menurut Madeline, tidak menyukai suara sandal cit-cit merupakan hal yang wajar. Namun, ketidaksukaan pribadi tidak otomatis berarti aktivitas tersebut harus dilarang atau dianggap tidak pantas dilakukan di ruang publik.

Pada akhirnya, orang tua perlu mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan anak sekaligus mengajarkannya untuk menghargai orang lain. Orang dewasa pun perlu memahami bahwa anak kecil masih belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya.

kumparan post embed