Saran Dokter Kandungan soal Kontrol Kehamilan Tiap Trimesternya Selama Corona

Ibu hamil termasuk salah satu orang yang rentan tertular virus corona atau penyakit COVID-19. Hal ini karena sistem kekebalan mereka tergolong rendah, sehingga risiko terpapar virus lebih tinggi dibanding mereka yang tidak hamil.
Di tengah kondisi ini, mungkin membuat Anda bingung serta cemas. Sebab, apakah tetap harus ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan rutin, sementara saat ini RS bukanlah tempat yang sebaiknya dituju kecuali dalam keadaan darurat.
Lantas, sebaiknya ibu hamil harus bagaimana?
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan sekaligus konsultan menyusui dr. Nisa Fathoni, SpOG, IBCLC mengungkap, bahwa ibu hamil sebaiknya tetap berada di rumah dan tidak pergi ke mana-mana demi mencegah terjadinya penyebaran corona. Sebab, virus dapat datang dari mana saja --entah percikan bersin atau batuk dari orang lain, kontak langsung dengan seseorang yang sedang sakit, hingga menyentuh benda-benda yang telah terkontaminasi.
Untuk mengantisipasi hal ini, dokter yang juga praktik di RS Hermina Jatinegara, Jakarta Timur ini memberikan beberapa tips melalui Instagram pribadinya, soal kontrol kehamilan selama pandemi COVID-19. Ya, jika tak mendesak, Anda pun tak perlu ke rumah sakit dan dapat lakukan beberapa hal seperti berikut ini.
Trimester Pertama
Anda yang sedang hamil muda atau memasuki trimester pertama, tentunya sering merasa mual atau morning sickness. Bahkan, kondisi ini membuat Anda tak nafsu makan akibat rasa mual tersebut.
dr. Nisa menyarankan, ini adalah saat terbaik untuk Anda berdiam diri di rumah. Tak perlu ke dokter, Anda cukup perhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi. Karena hal ini baik untuk Anda maupun bayi di dalam kandungan, Moms.
"Makanlah sering dengan porsi kecil setiap makan. Pastikan telah dimasak matang-matang, minum cukup 2-3 liter," kata dr. Nisa.
Namun, jika intensitas muntah cukup sering, keluar flek, atau bahkan demam tinggi, sebaiknya Anda hubungi dokter (sebisa mungkin via telepon dulu), untuk berkonsultasi tentang langkah pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Trimester Kedua
Pemeriksaan kehamilan pada waktu ini, juga sebenarnya masih bisa ditunda. Yang terpenting adalah, Anda dapat memastikan jika janin di dalam kandungan aktif bergerak, minimal 10 kali per 12 jamnya.
Jika Anda mempunyai alat ukur tensi di rumah, ada baiknya Anda dapat memantaunya secara rutin. Kemudian, jangan lupa juga untuk rutin mengkonsumsi makanan yang bergizi serta vitamin setiap harinya.
"Anda perlu ke dokter dan evaluasi jika gerak bayi terasa sepi, terasa mules yang semakin sering atau ketuban terasa membasahi," jelas dokter yang juga praktik di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Trimester Ketiga
Memasuki trimester ketiga, biasanya jadwal kontrol atau pemeriksaan ke dokter harus cukup rutin, Moms. Sebab, dokter akan memastikan janin, ketuban, dan plasenta dalam kondisi baik atau stabil.
Anda bisa menghubungi dan rutin meng-update kondisi ke dokter kandungan Anda via online, Moms. Bicarakan juga soal rekomendasi waktu-waktu seharusnya Anda menemuinya secara langsung.
Jika memang hari perkiraan si kecil sudah tiba atau Anda mengalami pecah ketuban, Anda tetap bisa ke rumah sakit untuk melahirkan. Akan tetapi, sebagian besar rumah sakit telah membuat kebijakan, bahwa pendamping Anda akan dibatasi. Hal ini lagi-lagi sebagai upaya pencegahan virus corona.
"Kontrollah sesuai rekomendasi dokter dan siapkan nama terbaik untuk bayi kesayangan, karena dia akan dilahirkan dalam tantangan yang memberikan sebaik-baik pelajaran," tulis dr. Nisa.
**********
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
