Seberapa Sering Bayi Baru Lahir Minum ASI?
·waktu baca 2 menit

Bayi baru lahir punya kebutuhan nutrisi dan pola menyusu berbeda dibanding bayi yang sudah lebih besar. Karena itu penting bagi ibu untuk tahu panduannya agar nutrisi bayi tercukupi dan Anda juga tidak stres.
Yuk kita bahas, Moms!
Kenapa Bayi Baru Lahir Sering Minum ASI atau Menyusu?
Mengutip CDC, berikut beberapa alasan kenapa frekuensi menyusu bayi yang baru lahir cukup tinggi:
Ukuran perut kecil → ASI mudah dicerna, perut bayi belum besar jadi cepat kosong.
Stimulasi produksi ASI → Saat menyusui sering, tubuh ibu mendapat sinyal untuk memproduksi ASI lebih banyak.
Pertumbuhan cepat & lonjakan pertumbuhan (growth spurts) → Ada fase-fase ketika bayi tumbuh sangat cepat; di masa itu, bayi bisa lebih sering minta ASI.
Panduan Umum Frekuensi Bayi Menyusu
Berikut panduan umum frekuensi bayi menyusu menurut WHO:
Baru lahir (0–1 bulan) ± setiap 1,5 sampai 3 jam sekali.
Minggu pertama bisa makin sering tergantung kebutuhan bayi — mungkin setiap 2 jam atau kurang jika bayi sangat lapar.
Setelah usia 1–2 bulan rentang waktu mulai agak memanjang: bisa setiap 2,5-3 jam.
Durasi Setiap Kali Menyusu
Selain seberapa sering, penting juga memperhatikan lama bayi menyusu tiap sesi:
Di minggu pertama: sekitar 10-15 menit per sisi payudara sebagai permulaan.
Seiring bayi makin terbiasa, kemampuan mengisapnya lebih efisien → durasi bisa lebih pendek.
Apa Itu “Menyusui Sesuai Permintaan” (On Demand)
Panduan terkini dari WHO menekankan bahwa ibu sebaiknya menyusui bayi sesuai permintaan atau saat bayi menunjukkan tanda‐tanda lapar, bukan semata berdasarkan jam yang kaku. Tanda lapar bisa seperti:
bayi mencari puting (rooting),
melakukan gerakan mengisap tangan,
mulut mengunyah atau mengeluarkan suara,
gelisah.
Catatan Penting & Kapan Harus Konsultasi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya bayi mendapat ASI dengan baik:
Pastikan bayi punya cukup popok basah & kotor per hari sebagai indikasi dia cukup ASI.
Pemeriksaan berat badan dan tumbuh kembang secara rutin.
Jika bayi tampak sangat mengantuk, kurang aktif menyusu, menyusu sangat sedikit, atau tidak ada perubahan popok/kotoran, sebaiknya konsultasi ke dokter atau konselor laktasi.
Di malam hari, jangan terlalu lama biarkan bayi tidur tanpa menyusu, terutama di minggu-minggu awal jika bayi belum mandiri.
Kesimpulan
Sebagai ringkasan:
Bayi baru lahir umumnya menyusu 8–12 kali dalam 24 jam, atau setiap ±1,5-3 jam sekali.
Frekuensi dan durasi menyusui akan berubah seiring usia bayi, semakin lama intervalnya tapi tetap diperhatikan sinyal lapar dari bayi.
On demand feeding dan kontrol tumbuh kembang sangat penting agar ASI cukup dan bayi sehat.
