Kumparan Logo

Selain Demam Tinggi, Ini Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi nyamuk DBD. Foto: AUUSanAKUL/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nyamuk DBD. Foto: AUUSanAKUL/Shutterstock

Demam tinggi yang muncul secara mendadak sering kali membuat seseorang khawatir. Meski bisa disebabkan oleh berbagai infeksi virus, ada beberapa gejala penyerta yang perlu diwaspadai karena dapat mengarah pada demam berdarah dengue (DBD).

Mengenali tanda-tandanya sejak dini penting agar si kecil bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter Umum & Content Creator, dr. Ikhsanuddin Qothi, menjelaskan bahwa DBD memiliki beberapa gejala khas yang dapat muncul selain demam tinggi.

Salah satunya adalah nyeri di sekitar atau di belakang mata. Rasa nyeri ini biasanya cukup mengganggu dan menjadi salah satu keluhan yang sering dialami penderita DBD. Selain itu, penderita juga dapat mengalami myalgia atau nyeri otot di hampir seluruh tubuh.

Talk Show Kenali Gejala DB bersama dr.Ikhsanuddin Qodi pada kumparanMOM Festival Hari Anak 2026 di Ex Taman Anggrek, GBK, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Foto: kumparan

“Dia nyeri, berlangsung terus-menerus. Kemudian demamnya tinggi sekali pada hari pertama, (dan) hari kedua,” ucapnya dalam acara kumparanMOM Festival Hari di GBK, Sabtu (25/7).

Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai

Tak hanya nyeri mata dan nyeri otot, DBD juga dapat disertai beberapa gejala lain yang menandakan kondisi perlu segera diperiksakan ke dokter, antara lain:

-Mimisan

-Muntah berulang atau muntah hebat

-Nyeri perut

-Sesak napas

Talk Show Kenali Gejala DB bersama dr.Ikhsanuddin Qodi pada kumparanMOM Festival Hari Anak 2026 di Ex Taman Anggrek, GBK, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Foto: kumparan

Apabila demam tinggi disertai satu atau lebih gejala tersebut, dr. Ikhsanuddin menyarankan agar pasien segera dibawa ke dokter atau fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal, gejala DBD memang sering kali mirip dengan infeksi virus lain, seperti influenza. Penderita influenza juga dapat mengalami demam tinggi dan nyeri otot, sehingga tidak mudah membedakannya hanya dari keluhan awal.

Namun, DBD biasanya memiliki gejala tambahan, seperti nyeri di sekitar mata atau mimisan, yang perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menebak-nebak penyebab demam yang dialami.

"Daripada kita menduga-duga, lebih baik kalau ada demam tinggi pada hari pertama, hari kedua. Itu segera bawa ke faskes buat dicek lebih lanjut,” tegas dr. Ikhsanuddin.

kumparan post embed