Selama Bulan Mei, 10 Anak Dilaporkan Tewas Tenggelam di Indonesia
ยทwaktu baca 4 menit

Kebanyakan anak cenderung suka bermain air. Tak heran bila si kecil sangat bahagia saat diajak bepergian ke wisata air seperti pantai, sungai, hingga kolam renang. Namun, tentu saja orang tua perlu berhati-hati dan selalu mengontrol anak saat bermain di air.
Sebab, risiko tenggelam, hanyut, hingga kematian, bisa mengintai si kecil jika orang tua tidak waspada. Seperti halnya yang terjadi di Indonesia beberapa waktu belakangan, banyak anak yang tenggelam dan hilang di sungai. Selama bulan Mei 2022, setidaknya 10 anak dilaporkan tenggelam di perairan Indonesia.
Anak-anak Tewas Tenggelam Selama Bulan Mei
Anak usia 9 tahun tenggelam di Sungai Sasak, Banten
Anak laki-laki usia 9 tahun bernama, Thomas tenggelam pada Sabtu (28/5) di Sungai Sasak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten. Thomas diketahui hendak membersihkan badan usai bermain sepak bola bersama teman-temannya di sungai, namun ia justru terbawa arus dan tenggelam. Thomas ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama 24 jam oleh tim SAR.
Dua anak tenggelam di Bojonegoro
Seorang anak berkebutuhan khusus (autis dan tuna wicara) bernama Mahtalimah Abdul Prastyo (12), warga Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Gandong, di Dusun Clili, Desa Ngrejeng, kecamatan setempat, Kamis (26/5).
Awalnya korban hanya mandi dan bermain di sungai saat menunggu pamannya yang sedang memanen jagung di kebun pinggir sungai. Namun, beberapa saat kemudian ia justru menghilang, diduga terseret arus sungai yang sedang deras.
Satu anak lainnya bernama, Galang Ardiansyah (12), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di waduk yang berada di Dusun Nglambangan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (7/5).
Sebelum tenggelam, korban bersama teman-temannya sedang bermain dan berenang di waduk tersebut, namun saat berenang ke tengah waduk, tiba-tiba korban tenggelam dan ditemukan meninggal 10 menit setelahnya.
Seorang anak hanyut di Sungai Ciliwung
Anak berusia 10 tahun berinisial I dilaporkan hanyut di Sungai Ciliwung, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Kamis (26/5). I yang tidak bisa berenang diduga terseret arus dan tenggelam saaat bermain dengan teman-temannya di pinggir sungai.
Anak usia 3 tahun tenggelam di Indramayu
AM, seorang anak berusia 3 tahun ditemukan tewas setelah tenggelam dan hilang selama satu hari di Kalibaru Desa Cemara Wetan Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (18/5). AM diduga jatuh ke sungai dan terseret arus saat bermain di belakang rumahnya yang dekat dengan perairan. Ia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh nelayan yang hendak pergi melaut.
Anak perempuan tenggelam di Sumut
Seorang anak perempuan bernama Ayunda Tiara (11), tenggelam di Sungai Padang Desa Gelam Sei Serimah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, Sabtu (21/5). Ia terpeleset dan jatuh ke sungai ketika sedang mencuci piring di pinggir sungai bersama teman-temannya.
Anak tenggelam di kolam renang di Bekasi
Anak perempuan usia 7 tahun tewas tenggelam di kolam renang di kawasan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Senin (9/5). Hal ini terjadi saat korban hendak berenang di kolam khusus orang dewasa dengan kedalaman 1,5 meter. Petugas kolam yang mencoba mencegah sedikit terlambat karena anak tersebut sudah melompat dan langsung tenggelam di kolam. Saat diselamatkan, nyawa korban sudah tidak tertolong.
Dua anak tenggelam di Jambi
Dua anak berinisial M (5), dan AF (7) tenggelam saat bermain di Sungai Batang Limun, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Sabtu (7/5). Satu anak lainnya R (5) yang melihat peristiwa tersebut langsung melapor ke orang tua R. Tak lama kemudian, orang tua mereka dan warga melakukan pencairan selama beberapa jam hingga menemukan keduanya dalam keadaan tidak bernyawa.
Balita tenggelam di Depok
Anak balita MI (4) ditemukan meninggal dunia usai tenggelam di kolam air wisata dengan kedalaman 1,2 meter di Taman Herbal Insani di Kota Depok, Jumat (6/5). Hal ini terjadi saat lokasi wisata dipadati pengunjung, sehingga, nahas anak tersebut lepas dari pengawasan orang tuanya.
