Kumparan Logo

Sepeda Tanpa Pedal untuk Balita, Apa Manfaatnya?

kumparanMOMverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi balance bike. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi balance bike. Foto: Shutterstock

Pernahkan Anda melihat anak balita meluncur dengan sepeda tanpa pedal? Itulah yang disebut balance bike, Moms, sepeda tanpa pedal yang tengah jadi tren di kalangan orang tua muda.

Sekilas, bentuk sepeda jenis ini memang terlihat kurang sempurna karena tidak memiliki pedal. Padahal kondisi itu dibuat bukannya tanpa alasan. Mengutip Cycles Prog, sepeda tanpa pedal ini biasanya didesain untuk anak usia 18 bulan hingga 5 tahun.

Karena lebih mudah dikendalikan, sepeda jenis ini bisa jadi pilihan untuk melatih keseimbangan anak Anda, utamanya jika si kecil memiliki masalah mobilitas. Mengendarai sepeda tanpa pedal juga punya manfaat lebih besar dalam melatih keseimbangan balita dibanding dengan sepeda roda tiga.

Di awal mengendarai balance bike, anak Anda mungkin akan mencari cara menggerakkan sepeda ini. Perlahan tapi pasti, ia akan bisa berjalan tertatih, lalu setengah berlari, hingga akhirnya mahir mengendarai balance bike karena sudah menemukan titik keseimbangan tubuhnya.

Tak hanya untuk melatih keseimbangan, belajar mengendarai balance bike juga punya beberapa manfaat lain untuk balita, seperti:

  1. Anak belajar koordinasi gerak tubuh dan kaki

Ilustrasi balance bike. Foto: Shutterstock

Saat mengendarai balance bike, kaki anak adalah pengontrol geraknya. Dengan model sepeda yang pendek, anak bisa menapakkan kakinya. Hal itu akan membuat si kecil belajar menyelaraskan gerak kaki sambil mengarahkan stang agar tetap bisa berjalan lurus atau pun berbelok.

Anak balita akan belajar koordinasi gerak tubuh, mulai dari kaki, tangan dan posisi tubuhnya. Awalnya, si kecil mungkin akan terlihat kaku, namu tak perlu khawatir, Moms. Jika sering berlatih, tak perlu waktu lama bagi anak balita untuk bisa mahir menjalankan sepeda unik ini.

  1. Bisa lebih cepat lancar bersepeda roda dua

Jika balita Anda sudah mengendarai balance bike, Anda bisa mengajarkannya untuk menggunakan sepeda roda dua yang menggunakan pedal. Biasanya anak hanya perlu beradaptasi pada bagian menggowes saja, Moms. Jika balance bike hanya didorong oleh kaki, sepeda roda dua dengan pedal butuh usaha dan keberanian yang lebih.

  1. Melatif sensorik dan motorik anak

Ilustrasi balance bike. Foto: Shutterstock

Tak hanya melatih keseimbangan anak, sepeda tanpa pedal ini juga bisa mengasah perkembangan motorik dan sensorik si kecil. Mulai dari melatih fokus karena harus konsentrasi melihat ke depan hingga menguatkan otot jari dengan memegang stang sepeda. Tak hanya itu, berlatih balance bike juga bisa menguatkan tulang kaki anak.

  1. Mengajarkan anak rasa percaya diri

Untuk bisa mengendarai balance bike, si kecil tentu butuh keyakinan dan keberanian. Kedua hal itu merupakan cikal bakal tumbuhnya rasa percaya diri pada anak balita.

Si kecil juga bisa belajar mengendalikan rasa takutnya saat berlatih mengendarai sepeda tanpa pedal. Meski begitu, untuk menghindari hal-hal berbahaya yan

kumparan post embed

g tidak diinginkan, jangan lupa selalu awasi anak Anda saat berlatih dan bermain dengan balance bike, Moms.