Kumparan Logo

Serba-serbi Idul Adha yang Perlu Orang Tua Jelaskan pada Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu dan anak muslim. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak muslim. Foto: Shutter Stock

Momen Hari Raya Idul Adha mungkin memunculkan berbagai macam pertanyaan dalam benak anak. Salah satu yang paling sering muncul adalah, kenapa hewan kurban disembelih.

Agar anak bisa lebih memahami makna Idul Adha, orang tua perlu menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Selain itu, menjelaskan makna Idul Adha juga memberikan banyak manfaat untuk anak. Jika keluarga Anda tidak merayakannya, anak dapat menambah wawasannya sekaligus menumbuhkan empati yang menjadi bibit sikap toleransi.

Nah Moms, berikut beberapa hal seputar Idul Adha yang bisa dijelaskan pada anak:

Kenapa Sapi dan Kambing Dipotong saat Idul Adha

Ilustrasi: penyerahan sapi kurban dari katedral ke Masjid Istiqlal, Minggu (10/7/2022). Foto: Dok katedral jakarta

Anak-anak mungkin melihat peristiwa pemotongan hewan kurban sebagai sesuatu yang tampak kejam. Sedangkan di sisi lain orang-orang tampak bersuka cita usai hewan kurban dipotong, membagikannya ke setiap rumah, dan dimasak ramai-ramai. Bagi si kecil, hal ini mungkin terkesan bertentangan dengan perintah Tuhan untuk tidak menyakiti makhluk lain.

Agar anak tak salah paham, sampaikan padanya bahwa menurut Islam, tindakan pengorbanan ini tidak berarti bahwa Tuhan menginginkan orang atau binatang untuk disakiti. Pengorbanan menunjukkan bahwa seseorang bersedia melepaskan hartanya yang paling berharga sekalipun untuk Allah Yang Maha Kuasa.

Makna yang lebih dalam adalah pengorbanan keterikatan terhadap keinginan materi, harta benda, dan hal-hal lain, untuk pengabdian yang lebih besar kepada Tuhan.

kumparan post embed

Islam juga sangat menjunjung tinggi kasih sayang, termasuk pada hewan. Itu sebabnya, dalam Islam ada tata cara khusus dalam menyembelih hewan agar hewan tidak tersiksa. Hewan kurban pun dipilih dengan saksama. Hewan yang cacat, sedang sakit atau masih terlalu muda umurnya, tidak boleh dijadikan hewan kurban.

Mengorbankan hewan juga jadi cara umat muslim berbagi dengan sesama, karena manfaat kurban dirasakan oleh banyak orang dan bisa meningkatkan persaudaraan dan rasa solidaritas.

Kenapa Tuhan Memerintahkan Manusia untuk Berkurban

Petugas kesehatan memeriksa sapi untuk kurban di kandang di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) PD Dharma Jaya, Cakung, Jakarta, Jumat (8/7/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Setelah mendengar penjelasan itu, mungkin anak akan bertanya, kenapa Tuhan memerintahkan manusia untuk berkurban. Nah, Anda bisa menjelaskan tentang sejarah Idul Adha yang dimulai dari kisah Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim adalah seorang nabi serta rasul dalam agama Islam dan salah satu utusan Allah yang paling saleh. Ia memiliki seorang putra bernama Ismail, yang ia dapatkan setelah banyak melakukan ibadah dan doa kepada Allah.

Suatu ketika, Allah memutuskan untuk menguji iman dan cinta Ibrahim terhadapnya. Melaui mimpi, Ibrahim diminta menyembelih Ismail, putra yang sangat ia sayangi. Tentu saja ini sangat sulit, karena tidak ada orang tua yang ingin menyakiti anaknya sendiri.

Tapi saat Ibrahim menceritakan mimpinya ini pada Ismail, putranya ini justru menyetujui dan minta ayahnya untuk mengorbankannya. Tepat saat Ibraham akan menyembelih Ismail, atas petunjuk Allah, malaikat Jibril mengganti Ismail dengan seekor anak domba.

Inilah yang akhirnya menjadi asal dari peringatan Idul Adha yang disebut juga Hari Raya Kurban. Pada hari raya ini, seekor binatang (biasanya domba, kambing, sapi, kerbau atau unta) dikorbankan, dengan cara yang sama seperti Ibrahim mengorbankan seekor domba.

Sepertiga dari daging hewan kurban tersebut kemudian akan diberikan kepada fakir miskin dan anak-anak yatim, dan sisanya dapat dinikmati oleh keluarga kita. Pada hari ini, biasanya keluarga juga berkumpul, saling mengunjungi, makan dan berdoa bersama.

Kenapa Perayaan Idul Adha Berubah-Ubah Setiap Tahun

Ribuan umat Islam di Kota Palembang melaksanakan Shalat Idul Adha di Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (10/7/2022). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Idul Adha dirayakan setiap tahun di bulan Zulhijah, bulan terakhir dari kalender Hijriah. Anda dapat menjelaskan pada anak bahwa ada banyak sekali sistem penanggalan di dunia. Misalnya penanggalan Masehi, penanggalan Cina, dan sebagainya. Nah, Syawal, Ramadhan dan Zulhijah adalah nama-nama bulan di antara 12 bulan yang ada dalam sistem penanggalan Hijriah yang dipakai oleh umat Muslim.

Penanggalan Hijriah didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi, 1 tahun terdiri dari 354 atau 355 hari. Berbeda dengan kalender Masehi yang sehari-hari kita pakai dan memiliki 365 hari dalam 1 tahun. Karena kalender Masehi, dihitung berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari. Perbedaan inilah yang membuat Idul Adha 'bergeser' setiap tahun pada kalender Masehi.

Idul Adha Juga Disebut Lebaran Haji

Suasana salat Idul Fitri 1Syawal 1444 H di Masjidil Haram, Makkah, pada Jumat (21/4/2023). Foto: gph.gov.sa

Nabi Ibrahim melakukan perjalanan ke kota suci Makkah bersama keluarganya untuk mengorbankan Ismail. Nah, musim haji berlangsung pada bulan terakhir (Zulhijah) untuk memperingati perjalanan itu. Di akhir musim haji, Idul Adha dirayakan.

Jangan lupa, jelaskan juga pada anak bahwa haji adalah perjalanan umat Islam di seluruh dunia ke kota suci Makkah. Ini adalah salah satu dari lima rukun Islam dengan empat lainnya adalah mengucapkan kalimat syahadat, menegakkan salat, mengeluarkan zakat dan berpuasa.

Yang Bisa Dilakukan Anak di Momen Idul Adha

Pada hari Idul Adha, jelaskan pada anak apa-apa saja yang akan dilakukan oleh keluarga Anda dan apa gunanya. Anda dapat melibatkan anak saat membuat ketupat atau menyiapkan hantaran untuk sanak keluarga.

Bila keluarga Anda tidak merayakannya, Anda dapat menjelaskan bahwa di pagi hari saat Idul Adha, umat Islam akan melaksanakan salat Id seperti saat Lebaran atau Idul Fitri. Ajak juga anak untuk mengucapkan selamat kepada tetangga atau kerabat yang merayakannya.