Serba-serbi Imunisasi Influenza yang Penting Diketahui
·waktu baca 2 menit

Imunisasi influenza merupakan 1 dari 15 imunisasi yang diwajibkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk diberikan pada bayi. Imunisasi ini bisa didapatkan gratis di puskesmas dan posyandu.
Apa itu imunisasi influenza? Apa saja yang perlu diketahui orang tua tentang imunisasi tersebut? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Moms.
Informasi Seputar Imunisasi Influenza
Apa itu Imunisasi Influenza?
Mengutip laman Centers for Disease Control and Development (CDC), imunisasi influenza atau yang biasa disebut dengan vaksin flu adalah vaksin yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari virus influenza yang menyebabkan flu.
Penyakit flu hampir selalu ada di musim apa pun. Jika tidak dicegah dengan imunisasi influenza, virus ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti pneumonia, infeksi sinus, infeksi telinga, dan lain sebagainya.
Usia Berapa Anak Bisa Diberi Imunisasi Influenza?
Mengutip laman IDAI, imunisasi influenza dapat diberikan pada anak mulai usia 6 bulan. Aturan dosisnya pun disesuaikan dengan usia anak.
Untuk bayi usia 6 – 35 bulan, dosis yang diberikan adalah 0,25 ml.
Untuk anak usia di atas 3 tahun, dosis yang diberikan adalah 0,5 ml
Untuk anak usia di bawah 8 tahun yang pertama kali mendapat imunisasi ini, bisa diberi dua kali dosis dengan jarak antara dosis pertama dan dosis kedua 4 – 6 minggu.
Untuk anak di atas 8 tahun, cukup diberi 1 kali dosis saja.
Siapa yang Tidak Boleh Mendapat Imunisasi Influenza?
Berdasarkan informasi dari CDC, ada beberapa kelompok orang yang tidak boleh mendapat imunisasi influnenza. Siapa saja mereka?
Bayi di bawah 6 bulan
Anak dengan alergi yang terkandung dalam vaksin influenza. Salah satu alergi yang perlu diperhatikan adalah alergi telur karena ada jenis vaksin influenza yang mengandung protein telur.
Anak yang merasakan reaksi alergi setelah mendapat imunisasi dosis sebelumnya.
Efek Samping Imunisasi Influenza
Imunisasi influenza memiliki efek samping yang berbeda antara satu anak dengan anak lain. Namun, umumnya efek samping tersebut bersifat ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Beberapa efek sampingnya yaitu bengkak di bekas suntikan, pilek, sakit tenggorokan, muntah, nyeri, hingga demam.
Jika anak merasakan efek samping tersebut, Anda bisa memberikan obat anti nyeri sesuai anjuran dari dokter. Selain itu, kompres bekas suntikan dengan kain hangat untuk mencegah bengkak di area tersebut.
