Kumparan Logo

Sering Buang Air Kecil saat Hamil, Apakah Tanda Masalah?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil buang air kecil.  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil buang air kecil. Foto: Shutter Stock

Saat hamil, wanita biasanya mengalami gejala umum seperti terlambat menstruasi, morning sickness, pusing dan lainnya. Namun, tidak jarang juga wanita yang mengalami gejala kehamilan unik, bahkan dianggap cukup aneh.

Misalnya saja saat ibu hamil punya keinginan untuk buang air kecil lebih sering dari sebelumnya. Frekuensi dan urgensi buang air kecil ini biasanya meningkat pada awal kehamilan dan menjelang persalinan. Saking tidak bisa menahannya, beberapa ibu hamil bahkan bisa sampai ngompol, lho, Moms.

Mengutip Web MD, kondisi tidak bisa menahan buang air kecil saat hamil disebut dengan inkontinensia stres, yaitu buang air kecil tanpa disengaja saat batuk, bersin, atau tertawa terbahak-bahak yang sering terjadi pada ibu hamil dan merupakan hal normal.

Namun, bisakah hal ini menandakan adanya masalah lain pada ibu hamil?

Apakah Sering Buang Air Kecil saat Hamil Tanda Masalah?

Ilustrasi ibu hamil buang air kecil. Foto: Shutter Stock

Mom Junction melansir, perubahan hormon dan peningkatan cairan di dalam tubuh selama kehamilan menjadi alasan produksi urine berlebih ini. Oleh karena itu, sering buang air kecil selama kehamilan dianggap sebagai kondisi normal yang terjadi pada banyak wanita.

Namun, beberapa kondisi medis berikut ini juga bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil pada ibu hamil sehingga perlu diwaspadai.

Infeksi saluran kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan sering buang air kecil pada ibu hamil. ISK merupakan kondisi umum yang sering terjadi pada ibu karena paparan bakteri yang kerap terjadi pada minggu keenam dan 24 kehamilan.

Selain buang air kecil berlebihan, ibu hamil juga menunjukkan gejala lain seperti berikut ini:

  • Urine keruh atau berwarna darah.

  • Nyeri atau ketidaknyamanan pada panggul dan perut bawah.

  • Sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil.

  • Demam tinggi sebagai tanda tubuh sedang melawan infeksi.

kumparan post embed

Diabetes gestasional

Diabetes gestasional juga kerap dikaitkan dengan seringnya ibu hamil buang air kecil. Ibu hamil dengan diabetes gestasional akan sering buang air kecil karena terus merasa haus, sehingga perlu banyak mengonsumsi cairan. Oleh karena itu, tubuh juga perlu membuang cairan yang berlebihan melalui urine.

Kondisi ini sering dialami oleh banyak ibu hamil, terutama mereka yang memiliki berat badan berlebihan di masa kehamilan. Beberapa tanda diabetes gestasional lain yang perlu diwaspadai termasuk rasa mual berlebihan, lemas, dan dehidrasi.