Kumparan Logo

Sering Imunisasi Bahaya Bagi Anak? Ini Kata Satgas IDAI

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak imunisasi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak imunisasi. Foto: Shutter Stock

Imunisasi merupakan pemberian vaksin untuk melindungi tubuh dari penularan penyakit tertentu, serta meningkatkan kekebalan tubuh dari penularan infeksi di masa mendatang. Sehingga, pemberian vaksin dari bayi dapat melindungi tubuh si kecil dari berbagai penyakit serius, serta melindungi masyarakat lebih luas.

Namun, tidak jarang kita menemukan narasi-narasi yang tidak sesuai dengan tujuan dan manfaat imunisasi pada anak. Salah satunya adalah anak sering diimunisasi justru berbahaya bagi kesehatannya. Benarkah?

Tentu kabar yang beredar itu tidak benar ya, Moms!

"Di media sosial bilang kalau sering imunisasi berbahaya untuk anak? Hasil penelitian di banyak negara sejak puluhan tahun, kalau sering diimunisasi justru menguntungkan. Karena akan meningkatkan kekebalan spesifik," tutur Anggota Satgas Imunisasi IDAI, Prof. DR. Dr. Soedjatmiko, Sp.A (K), Msi, dalam webinar 'Bersama Menuju Generasi Sehat dengan Imunisasi' yang ditayangkan di YouTube Kementerian Kesehatan RI, Kamis (16/5).

Menurut Prof. Soedjatmiko, narasi yang banyak beredar itu bukan berdasarkan hasil penelitian para ahli. Sehingga, tidak perlu diperhatikan lebih lanjut.

"Kalau cuma sekali [disuntik], maka kekebalan naik, turun lagi. Jadi kalau diimunisasi berulang-ulang justru kekebalannya akan tetap tinggi. Tapi kalau cuma sekali, ya akan turun lagi. Jadi tidak betul kalau sering imunisasi berbahaya untuk anak,"

Maka dari itu, Prof. Soedjatmiko berharap masalah kelengkapan imunisasi pada anak ini perlu menjadi perhatian bersama, dan tidak hanya pada orang tua, tetapi juga keluarga besar lainnya. Sebab, bila anak tidak mendapat imunisasi yang lengkap, maka ia rentan terinfeksi penyakit-penyakit yang sebenarnya bisa dicegah lewat imunisasi.

Penyakit-penyakit yang Bisa Dicegah Lewat Imunisasi

Ilustrasi vaksin dan imunisasi. Foto: Shutter Stock

Nah Moms, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) menuturkan setidaknya ada 18 penyakit yang bisa menyerang anak, dan sekarang bisa dicegah dengan pemberian vaksin.

"Saya ingatkan karena banyak ayah, ibu, nenek, kakek yang sibuk bekerja di kantor tidak tahu bahwa banayak penyakit berbahaya, ada sekitar 18, yang bisa menyerang anak cucu kita," tutur Prof. Soedjatmiko.

18 penyakit yang dimaksud Prof. Soedjatmiko beserta jenis vaksinnya adalah:

  • Imunisasi Hepatitis B

1. Hepatitis B (radang hati, sakit kuning, hati rusak)

  • Imunisasi BCG

2. TBC atau tuberkulosis (radang paru, otak, kelenjar, tulang)

  • Imunisasi bOPV, IPV

3. Polio (lumpuh, cacat)

  • Imunisasi PCV

4. Pneumonia (radang paru)

  • Imunisasi DPT-HepB-Hib (Penta), DT (Difteri Tetanus), Td (Tetanus difteri)

5. Difteri (jalan napas tersumbat, otot jantung rusak)

6. Pertusis (batuk lama/rejan, batuk 100 hari)

7. Tetanus (kaku otot mulut, punggung, perut, dada, tidak bisa makan atau bernapas)

8. Hib (radang otak, radang paru)

  • Imunisasi Rotavirus

9. Muntah berak (diare, kekurangan cairan tubuh, dehidrasi berat)

  • Imunisasi Influenza

10. Influenza (demam, batuk pilek, sesak, radang paru)

  • Imunisasi Campak Rubela (MR)

11. Campak (radang paru, diare, radang otak)

12. Rubella (janin di dalam kandungan berisiko: otak kecil, buta, tuli, jantung bocor)

  • Imunisasi Japanese Enchepalitis

13. Japanese Enchepalitis (radang otak melalui gigitan nyamuk)

  • Imunisasi Varicella

14. Varisela (cacar air)

  • Imunisasi Hepatitis A

15. Hepatitis A (radang hati oleh virus Hepatitis A)

  • Imunisasi Tifoid

16. Tifoid (radang usus)

  • Imunisasi Dengue

17. Dengue (demam berdarah dengue, pengentalan darah, perdarahan oleh virus Dengue)

  • Imunisasi HPV

18. Kanker leher rahim

"Yang bisa menghasilkan antibodi spesifik adalah vaksin. Karena setiap vaksin merangsang tubuh untuk menghasilkan antibodi yang spesifik sesuai vaksinnya. Sedangkan kebersihan, ASI, gizi, dll tidak menghasilkan antibodi spesifik untuk mematikan bakteri dan virus," tutup dia.