Sering Main Gadget di Malam Hari Bisa Turunkan Kualitas Sperma, Benarkah?

Moms, apa yang suami Anda lakukan pada malam hari sebelum tidur? Umumnya, sebagian besar pria akan bermain gadget untuk mengusir rasa bosan dan lelah setelah seharian bekerja di. Mereka mungkin akan menggunakan gadget-nya untuk membaca berita di media online, membaca pesan elektronik yang belum sempat terbaca, menonton video di YouTube, hingga bermain game online. Apakah suami Anda termasuk salah satunya?
Jika ya, sepertinya Anda perlu menghentikan kebiasaan ini. Karena, selain dapat berdampak buruk bagi kesehatan mata, menggunakan gadget di malam hari rupanya dinilai dapat menurunkan kualitas sperma pada pria, Moms. Ya, terdapat studi terbaru yang menemukan bahwa ada hubungan antara paparan sinar atau cahaya yang dipantulkan dari gadget dengan kualitas sperma yang buruk.
Hubungan Antara Gadget dan Kualitas Sperma pada Pria
Mengutip Romper, pada 2018, Hebrew University of Jerusalem, Israel dan sekolah kedokteran di Mount Sinai, New York, Amerika Serikat menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa jumlah sperma dan konsentrasi sperma pada pria di AS, Eropa, Australia, dan Selandia Baru menurun lebih dari 50 persen selama empat dekade terakhir, yakni antara tahun 1973 dan 2011.
Untuk menyimpulkan apakah hal ini disebabkan oleh penggunaan gadget, para peneliti di American Academy of Sleep Medicine (AASM) melakukan penelitian tentang kesuburan pria ini. Studi tersebut meneliti 116 pria berusia antara 21 dan 59 tahun yang sedang menjalani evaluasi kesuburan di Israel.
Mereka diminta untuk mengisi kuesioner tentang kebiasaan tidur dan penggunaan gadget. Hasilnya ternyata penggunaan gadget yang sering dilakukan di malam hari dapat berkorelasi dengan penurunan motilitas sperma.
Dr. Amit Green, Kepala Penelitian dan Pengembangan di Sleep and Fatigue Institute di Assuta Medical Center, Tel-Aviv, Israel mengatakan, cahaya yang dipantulkan dari perangkat layar elektronik ini dapat menekan sekresi melatonin. Penelitian tersebut juga menemukan, pria yang memiliki durasi tidur lebih lama cenderung mempunyai sperma dan motilitas sperma yang lebih baik. Sebaliknya, pria yang merasakan kantuk lebih lama di siang hari mengalami penurunan kualitas sperma.
"Sebaiknya, orang-orang --terlebih pria yang tengah menjalani perawatan kesuburan tidak menggunakan gadget atau perangkat digital lain dua jam sebelum waktu tidur yang diinginkan," saran Green.
Penelitian yang Dilakukan Dr. Green Masih Diragukan Kebenarannya
Namun, hal berbeda dinyatakan oleh Dr. Ryan Smith, Pakar Kesuburan sekaligus Ahli Urologi yang bekerja di Departemen Pengobatan dan Bedah Reproduksi Pria di The University of Virginia Health. Ia menuturkan bahwa ada banyak variabel yang perlu dipertimbangkan.
"Korelasi tidak menyiratkan penyebab," ujar Dr. Smith.
Menurutnya, hal ini telah ditunjukkan dari ilmu pengetahuan bahwa masalah kesuburan atau infertilitas banyak disebabkan oleh faktor seperti lingkungan, pola makan, penyakit bawaan, merokok, hingga konsumsi alkohol. Sehingga, penelitian yang dilakukan Dr. Green dan lainnya ini mungkin perlu dikaji lebih dalam lagi. Karena penelitian tersebut juga tak membedakan antara efek durasi tidur dan efek paparan sinar malam hari pada sperma.
Selain itu, menurut Dr. Smith, penelitian yang dilakukan Dr. Green itu hanya menggunakan satu sampel air mani yang digunakan dari setiap peserta. Adapun air mani tentunya akan berubah dari hari ke hari.
"Setiap kali seorang pria melakukan analisis air mani, hasilnya tidak selalu sama. Itulah mengapa dokter kesuburan selalu menggunakan setidaknya dua sampel untuk mulai mempelajari kesuburan seseorang," ungkapnya.
Namun, inti dari semua ini, bagi Dr. Green asdalah paparan sinar atau cahaya pada malam hari merupakan salah satu pengganggu endokrin karena dapat memengaruhi melatonin. Menurutnya, pengganggu endokrin inilah yang telah menjadi penyumbang kemungkinan penurunan kualitas sperma di dunia Barat.
"Tak ada ruginya menghentikan penggunaan gadget di malam hari atau beberapa jam sebelum waktunya tidur," ucap Dr. Green.
