Soft Skill yang Perlu Dikuasai Anak untuk Dukung Masa Depannya
·waktu baca 2 menit

Beberapa orang tua mungkin masih berpikir bahwa untuk mencapai masa depan yang baik, anak hanya perlu mengutamakan pendidikan akademis. Padahal nyatanya, anak juga perlu punya soft skill lain untuk menunjang kehidupannya di masa depan.
Studi dari HP New Asian Learning Experience 2021 mengungkapkan bahwa 97 persen orang tua di Indonesia menginginkan pendidikan yang menyeluruh untuk mempersiapkan masa depan anak. Hal itu disampaikan oleh Meity Daniel, Print Marketing Manager HP Indonesia dalam webinar bertajuk “Future Skill for Children” pada Kamis (24/3).
“Tidak hanya pendidikan secara akademis, anak juga butuh soft skill yang nantinya membantu mereka menghadapi kehidupan nyata,” ungkapnya.
Ya Moms, artinya, selain belajar di bidang akademis, anak juga perlu memiliki soft skill untuk membantunya mencapai cita-cita di masa depan. Lantas, apa saja soft skill yang perlu dikuasai anak?
Kata Ahli soal Soft Skill yang Perlu Dikuasai Anak
Psikolog Anak dan Keluarga serta Co-Founder TigaGenerasi Saskhya Aulia Prima, M.Psi mengungkapkan, sebenarnya ada banyak soft skill yang perlu dikuasai anak. Namun, secara garis besar semuanya itu bisa dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu:
Kemampuan berpikir (kognitif dan metakognitif), merujuk pada kemampuan untuk menciptakan ide yang baru dan belajar seumur hidup (long life learning)
Kemampuan sosial dan emosional, merujuk pada kemampuan untuk memahami diri sendiri dan orang lain, kemampuan bekerja sama, kontrol diri, dan berkomunikasi
Kemampuan praktikal dan fisik, merujuk pada kemampuan untuk menggunakan atau mengoperasikan alat digital dan memanipulasi materi yang dimiliki untuk mencapai hasil tertentu.
“Bayangkan seperti apa dunia ini 20 tahun lagi dan seberapa besar perubahannya. Penting bagi orang tua untuk mengikuti perkembangan zaman dan memahami peran kita dalam mendukung anak mengembangkan soft skill dan membangun karakter mereka,” jelas Saskhya.
CEO Productive Mamas yang juga ibu 3 orang anak, Danesya Juzar, juga menceritakan pengalamannya, bahwa ketiga soft skill itu hanya didapatkan dari pengalaman dan kehidupan nyata. Orang tua pun butuh ketekunan dan konsistensi dalam membekali anak kemampuan tersebut.
“Jadi yang banyak perlu dilakukan anak-anak itu project based learning, pengalaman di kehidupan nyata, bergabung di komunitas, berinteraksi, diberikan tanggung jawab di rumah,” ungkap Danesya di acara yang sama.
Oleh karena itu, Moms, yuk, bantu anak menguasai soft skill di atas, agar si kecil lebih siap menghadapi masa depannya nanti.
