Stres Bisa Bikin Gairah Seks Suami Istri Menurun, Benarkah?
·waktu baca 2 menit

Apakah Anda sering merasa kehilangan gairah seksual saat sedang stres atau banyak tekanan pikiran, Moms? Ya, ternyata kesehatan mental tidak hanya berpengaruh pada suasana hati, tapi juga berdampak langsung pada fungsi seksual suami istri, lho.
Menurut seksolog, dr. Haekal Anshari, M.Biomed (AAM), kesehatan mental sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, terutama dalam hal fungsi seksual. Dokter yang juga ahli di bidang anti-penuaan dini (anti aging) ini menekankan bahwa fungsi seksual tidak berdiri sendiri, melainkan sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara kondisi fisik dan psikis.
“Sangat berpengaruh antara kesehatan mental dengan kesehatan tubuh, Dalam hal ini kesehatan seksual,” ucap dr. Haekal dalam acara Bodytalk Playdate: Grand Launching MGHITT Intimate Care, di PIK 2, Rabu (1/10).
Kenapa Gairah Seks Suami Istri Bisa Hilang saat Stres?
dr Haekal menjelaskan, dalam kondisi normal, tubuh memiliki mekanisme alami untuk menyeimbangkan hormon, termasuk hormon seksual. Namun, jika kadar hormon stres seperti kortisol meningkat secara berlebihan dan berlangsung dalam jangka panjang, maka sistem hormon seksual dapat terganggu.
Bahkan menurut dr. Haekal, salah satu faktor mental yang paling umum mempengaruhi seksualitas adalah stres.
“Hormon stres yang meningkat, kelebihan, dan sifatnya jangka panjang, akan menurunkan hormon seksual. Kalau pada laki-laki, hormon testosteron. Pada perempuan juga sama, ada hormon testosteron juga, hormon estrogen, dan sebagainya,” tuturnya.
Penurunan hormon-hormon seksual ini akan mempengaruhi libido atau dorongan seksual. Seseorang akan merasa kehilangan minat, sulit terangsang, dan mengalami hambatan dalam respons seksual.
“Di saat libidonya menurun, maka dia sulit untuk terangsang. Tidak ada minat, minatnya menurun. Nah, kalau sudah seperti ini, tentu fungsi seksual yang lain, seperti ereksinya, pada laki-laki juga tidak optimal. Nah, ini yang dinamakan sebagai disfungsi ereksi psikogenik, yang disebabkan oleh faktor psikis,” ujar dr. Haekal.
Pada perempuan, gangguan serupa juga terjadi. Libido yang menurun membuat tubuh tidak merespons dengan baik saat berhubungan intim.
"Kalau lubrikasi vaginanya berkurang, tentu dia tidak bisa menikmati hubungan seks. Artinya, perempuan akan sulit untuk menikmati hubungan seks, sulit untuk mencapai orgasme,” tambahnya.
