Studi: Balita yang Bermain dengan 4 Mainan Lebih Fokus daripada 16 Mainan

Punya banyak mainan di rumah memang bisa membuat anak memiliki lebih banyak pilihan untuk bermain. Namun, terlalu banyak pilihan ternyata juga dapat membuat anak lebih mudah berpindah dari satu mainan ke mainan lainnya.
Studi yang diterbitkan dalam Infant Behavior and Development dengan judul The Influence of the Number of Toys in the Environment on Toddlers’ Play menemukan bahwa jumlah mainan yang tersedia dapat memengaruhi cara balita bermain.
Dalam penelitian tersebut, balita diamati saat bermain dengan jumlah mainan yang berbeda.
Hasilnya, ketika hanya tersedia empat mainan, anak cenderung bermain lebih lama dan mengeksplorasi mainan dengan lebih beragam dibandingkan ketika tersedia 16 mainan.
Kenapa Mainan yang Lebih Sedikit Bisa Membuat Anak Lebih Fokus?
Ketika anak dihadapkan pada terlalu banyak pilihan, perhatian mereka dapat lebih mudah berpindah. Sebaliknya, jumlah mainan yang lebih sedikit memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi benda yang ada di hadapannya secara lebih mendalam.
Dengan pilihan yang lebih terbatas, anak dapat:
Lebih fokus pada satu mainan
Mengeksplorasi lebih banyak cara untuk menggunakannya
Bertahan bermain lebih lama
Menggunakan imajinasi dalam menciptakan permainan
Bukan Berarti Anak Tidak Boleh Beli Mainan
Temuan tersebut bukan melarang orang tua untuk membelikan anak mainan. Sebab, anak juga tetap membutuhkan variasi pengalaman bermain.
Agar mainan yang dimiliki anak punya manfaat optimal, satu cara yang dapat dilakukan adalah merotasi mainan secara berkala.
Selain jumlahnya, jenis mainan juga dapat disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), orang tua dapat mempertimbangkan mainan yang mendukung kemampuan anak sesuai usianya.
Jenis mainan berdasarkan umur:
Usia 0–2 tahun: Mainan dengan warna, tekstur, dan bunyi yang dapat membantu stimulasi sensorik serta motorik.
Usia 3–6 tahun: Mainan yang mendorong eksplorasi, imajinasi, kreativitas, serta kemampuan bermain bersama.
Usia 7–10 tahun: Mainan yang melatih kreativitas, ketangkasan, dan kemampuan berpikir.
Usia 10–13 tahun: Mainan atau permainan yang mengasah logika, strategi, pemecahan masalah, serta kemampuan mengelola emosi.
