Studi: Orang Tua Stres Jadi Penyebab Utama Penyakit Mental pada Anak

28 September 2022 16:59
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Studi: Orang Tua Stres Jadi Penyebab Utama Penyakit Mental pada Anak. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Studi: Orang Tua Stres Jadi Penyebab Utama Penyakit Mental pada Anak. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Beban pekerjaan rumah dan kantor ditambah pengasuhan anak yang tidak mudah rentan membuat orang tua stres. Sayangnya, jika stres dibiarkan berkepanjangan, orang tua secara tidak langsung dapat mempengaruhi berkembangnya gejala depresi dan kecemasan pada anak-anak.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Affective Disorder menemukan bahwa depresi yang dialami ibu dapat berhubungan pada kemungkinan anak mengalami hal yang sama seiring bertambah usianya. Dalam penelitian tersebut, banyak ibu dengan depresi mengungkapkan mereka kurang terikat dengan anak-anak, kurang dukungan pengasuhan dari pasangan, memandang mengasuh anak sebagai sesuatu yang kurang bermanfaat secara pribadi, hingga menilai anak-anak kurang dapat diterima oleh lingkungannya.
"Kuncinya di sini adalah kesehatan mental orang tua dan anaknya seringkali saling berkaitan. Hal ini tidak mengherankan, mengingat perkembangan anak sangat bergantung pada orang tuanya. Mereka belajar banyak dari melihat dan mengamati bagaimana orang tuanya menangani stres dan tantangan hidup," ungkap Psikolog dan Pelatih Pengasuhan Anak Amy Nasamran, PhD, dikutip dari Very Well Mind.
ADVERTISEMENT
Menurut Nasamran, orang tua yang mengalami stres cenderung kesulitan memberikan rasa nyaman dan dukungan pada anak-anak, yang semestinya banyak diberikan pada usianya. Hal ini pun berdampak pada kesehatan mental dan kesejahteraan anak.
Ilustrasi marah pada anak Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi marah pada anak Foto: Shutter Stock
Bahkan, permasalahan ini semakin banyak dilaporkan saat kondisi pandemi COVID-19. Penelitian itu juga berfokus pada rumah tangga dengan orang tua tunggal (single parent) dan orang tua yang kurang mampu dari sosial ekonominya.

Cara Orang Tua Mengatasi Stres Agar Tidak Berdampak ke Anak

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah stres ini adalah dengan pendekatan terapi yang melibatkan interaksi orang tua bersama anak-anaknya (Parent-Child Interaction Therapy). Terapi tersebut memungkinkan orang tua dan anak-anak lebih banyak berinteraksi serta belajar keterampilan bersama. Apalagi, Nasamran menyebut anak-anak layaknya spons, yang bisa menyerap banyak dari orang tuanya dalam mengatasi masalah kesehatan mentalnya.
ADVERTISEMENT
"Kesehatan mental anak dimulai dengan kesehatan mental orang tuanya. Dan memastikan orang tua memiliki dukungan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat perbedaan besar dalam perkembangan kesehatan mental anaknya," tuturnya.
Ilustrasi Ayah Marah pada Anak Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ayah Marah pada Anak Foto: Shutterstock
Meski saat ini mengajak anak ke psikolog bukan lagi hal tabu, tetapi disayangkan masih banyak juga orang tua yang cenderung mengabaikan kebutuhan mereka sendiri.
"Saya sering melihat orang tua membawa anak-anaknya untuk berobat ke psikolog, dan itu langkah luar biasa. Tetapi orang tua cenderung mengabaikan kebutuhan mereka sendiri di saat anak-anaknya sedang berjuang. Padahal orang tua yang sedang mengalami stres akan lebih sulit membantu anak-anaknya yang mengalami hal serupa," ungkap Nasamran.
Mengingat orang dewasa juga berisiko mengalami stres, sangat penting bagi ayah dan ibu untuk memikirkan kesehatan mentalnya demi mendukung anak-anaknya tidak sampai mengalami hal yang sama. Maka dari itu, orang tua disarankan untuk membangun lagi kepercayaan diri dan kompetensinya, manajemen untuk mengelola stres, hingga berjuang untuk terus stabil secara emosional.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020