Kumparan Logo

Studi: Pakai Air Purifier di Rumah Bantu Kurangi Risiko Serangan Jantung

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Studi: Pakai Air Purifier di Rumah Bantu Kurangi Risiko Serangan Jantung.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Studi: Pakai Air Purifier di Rumah Bantu Kurangi Risiko Serangan Jantung. Foto: Shutterstock

Kebersihan keluarga dimulai dari rumah sendiri, karena lingkungan tempat tinggal yang bersih menjadi fondasi utama kesehatan dan kenyamanan bersama. Rumah yang terjaga kebersihannya tentu saja membantu mencegah penyebaran berbagai sumber penyakit.

Demi kesehatan, beberapa keluarga telah memasang alat pembersih udara (air purifier), yang memiliki fungsi membersihkan udara dari polutan, alergen, dan bau tidak sedap. Serta membantu menjaga kesehatan pernapasan dan mencegah penyakit.

Tidak sampai di situ, para peneliti menyarankan penggunaan air purifier di rumah untuk mengurangi risiko serangan jantung. Kok bisa?

Alasan Air Purifier Dipasang di Rumah Bisa Cegah Serangan Jantung

Daily Mail melansir, penelitian telah lama menghubungkan polusi udara dengan penyakit kardiovaskular, terutama pada masyarakat yang paling berisiko terpapar polusi, seperti yang tinggal di area dekat jalanan. Partikel yang dikeluarkan dari asap knalpot mobil hingga karet ban dapat bertebaran dan masuk ke rumah-rumah di sekitarnya.

Setelah terhirup, zat tersebut memasuki aliran darah dan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, peradangan, irama jantung abnormal, dan penumpukan plak di arteri.

Ilustrasi Air Purifier. Foto: Shutter Stock

Di Inggris, masalah ini menjadi faktor risiko lingkungan nomor satu untuk penyakit jantung dan peredaran darah – yang berkontribusi terhadap sekitar 14.000 kematian setiap tahunnya.

Merespons masalah tersebut, para ilmuwan di University of Connecticut mengatakan, pembersih udara portabel bisa menjadi solusinya.

Di dalam penelitiannya, peneliti membagi 154 orang dewasa yang tinggal di dekat jalan raya di AS menjadi dua kelompok. Satu kelompok diberikan alat pemurni udara partikulat efisiensi tinggi (HEPA) untuk digunakan di rumah mereka. Kelompok lainnya diberikan unit yang sama dengan filter yang dilepas, sehingga tidak dapat memurnikan udara dengan baik. Setelah sebulan, kelompok-kelompok tersebut saling bertukar alat pemurni.

Selama penelitian berlangsung, pengukuran tekanan darah dan kuesioner rutin dilakukan pada awal dan akhir setiap periode.

Peserta yang memulai penelitian dengan tekanan darah tinggi merasakan penurunan tekanan darah selama menggunakan filter HEPA, sementara mereka yang diberikan unit semu merasakan peningkatan tekanan darah dalam periode yang sama.

"Penelitian ini menambah bukti yang berkembang bahwa intervensi sederhana, seperti penyaringan udara di rumah, dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung bagi orang yang berisiko," kata Dr Douglas Brugge, Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat di University of Connecticut dan penulis utama studi tersebut.

Sementara menurut Yayasan Jantung Inggris, 96 persen orang di Inggris terpapar tingkat polusi udara yang melampaui batas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sementara mereka yang tinggal di daerah miskin akan menghadapi risiko yang jauh lebih besar.