Kumparan Logo

Studi: Paparan WiFi dan Sinyal HP di Rumah Bisa Pengaruhi Tumbuh Kembang Bayi

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Ibu bermain HP saat menyusui bayi. Foto: Zhuravlev Andrey/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ibu bermain HP saat menyusui bayi. Foto: Zhuravlev Andrey/Shutterstock

Moms, pernahkah Anda berpikir bahwa sinyal WiFi yang mengalir di rumah setiap hari bisa berdampak pada tumbuh kembang bayi? Sebuah studi terbaru memberikan temuan yang layak untuk diketahui setiap orang tua.

Penelitian prospektif yang diterbitkan di jurnal Cureus pada Juli 2025 ini menemukan adanya hubungan yang signifikan antara paparan radiasi frekuensi radio (RF-EMF) di dalam rumah dengan keterlambatan perkembangan saraf pada bayi. RF-EMF sendiri adalah jenis radiasi yang dipancarkan oleh perangkat nirkabel sehari-hari — mulai dari router WiFi, ponsel, hingga menara sinyal seluler di sekitar rumah Anda.

Penjelasan Studi tentang Risiko Paparan Radiasi Wifi dan Ponsel pada Bayi

Studi ini dilakukan di Navi Mumbai, India, dengan mengikuti lebih dari 100 bayi baru lahir beserta ibunya selama satu tahun penuh. Para peneliti mengukur tingkat paparan radiasi RF-EMF di dalam rumah masing-masing keluarga menggunakan perangkat pengukur berstandar industri, lalu menghubungkannya dengan hasil perkembangan bayi menggunakan alat asesmen yang diakui secara luas, yaitu Ages and Stages Questionnaire (ASQ).

Yang membuat studi ini cukup istimewa adalah pendekatannya yang langsung: mengukur radiasi di rumah nyata, bukan laboratorium, dan menggunakan perangkat yang sama seperti yang ada di rumah-rumah pada umumnya.

Seberapa Tinggi "Paparan Tinggi" Itu?

Ilustrasi ibu hamil bermain HP. Foto: Lee Charlie/Shutterstock

Untuk memudahkan perbandingan, para peneliti membagi rumah tangga peserta ke dalam tiga kelompok berdasarkan tingkat radiasinya (dalam satuan mW/m², atau miliwatt per meter persegi):

Paparan Rendah~0,62 mW/m²

Sedang~8,66 mW/m²

Tinggi~32,36 mW/m²

Kelompok "paparan tinggi" dalam studi ini rata-rata berada di angka 32 mW/m², dengan rentang 23–45 mW/m². Angka ini bukan kondisi ekstrem — ini adalah tingkat yang benar-benar dijumpai di rumah-rumah biasa dengan WiFi aktif, beberapa gadget menyala, dan/atau lokasi yang berdekatan dengan menara sinyal.

Satu hal yang perlu diketahui: batas aman internasional yang ditetapkan oleh WHO dan ICNIRP adalah 10.000 mW/m² — jauh di atas angka yang diukur dalam studi ini. Artinya, secara regulasi, semua rumah dalam penelitian ini masih dianggap "aman". Namun justru di sinilah letak pentingnya studi ini: dampak pada perkembangan bayi sudah terdeteksi pada tingkat paparan yang sangat umum dan dianggap normal sehari-hari.

Apa Temuannya?

Hasilnya cukup mengejutkan. Bayi yang tinggal di rumah dengan paparan radiasi RF-EMF lebih tinggi menunjukkan skor perkembangan yang lebih rendah, terutama dalam tiga area utama:

  • Motorik halus — kemampuan menggenggam, memegang benda kecil, dan koordinasi jari.

  • Pemecahan masalah — kemampuan berpikir dan merespons situasi baru.

  • Interaksi sosial — kemampuan mengenali wajah, merespons senyum, dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Lebih jauh lagi, bayi yang berada di kelompok paparan tertinggi hampir 4 kali lebih berisiko mengalami kekhawatiran dalam kemampuan pemecahan masalah dibandingkan bayi di kelompok paparan rendah.

Ada satu kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih: bayi dengan berat lahir rendah. Studi ini menemukan bahwa bayi-bayi tersebut menunjukkan risiko yang jauh lebih besar mengalami keterlambatan, baik dalam motorik halus maupun kemampuan kognitif secara umum.

Apakah Ini Berarti Harus Langsung Matikan WiFi?

Tenang dulu. Studi ini bukan berarti WiFi adalah "musuh" yang harus disingkirkan dari rumah.

Yang perlu dipahami adalah bahwa ini merupakan salah satu studi awal yang secara langsung mengukur paparan RF-EMF di dalam rumah dan menghubungkannya dengan perkembangan bayi di awal kehidupannya. Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk menarik kesimpulan yang lebih kuat.

Namun, para peneliti menekankan bahwa temuan ini cukup penting untuk mendorong orang tua — terutama yang memiliki bayi muda — untuk lebih bijak dalam mengelola paparan nirkabel di lingkungan rumah, khususnya di ruang-ruang yang sering digunakan bayi seperti kamar tidur dan ruang bermain.

Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan

Beberapa hal kecil yang bisa mulai Anda terapkan tanpa harus mengubah gaya hidup secara drastis:

Jauhkan router WiFi dari area tidur bayi. Tidak perlu dimatikan total, cukup pastikan tidak diletakkan tepat di dekat tempat tidur atau area bermain bayi.

Matikan WiFi saat malam hari jika memungkinkan, terutama ketika bayi sedang tidur.

Gunakan mode pesawat pada ponsel saat meletakkannya di dekat bayi.

Perhatikan posisi ponsel Anda saat menyusui atau menggendong bayi — sesekali letakkan ponsel jauh dari jangkauan.

Langkah-langkah ini tidak rumit, tidak mahal, dan tidak perlu membuat Anda khawatir berlebihan. Ini hanyalah bentuk kehati-hatian yang wajar sebagai orang tua.