Studi: Perempuan yang Aktif Bergerak setelah Jadi Ibu Biasanya Tidak Mudah Stres

Setelah menjadi ibu, tentu ada banyak hal yang berubah. Selain harus beradaptasi dengan rutinitas baru bersama bayi, ibu juga perlu memerhatikan kesehatan fisik dan mentalnya sendiri.
Salah satu hal sederhana yang bisa dilakukan adalah tetap aktif bergerak. Tak harus selalu olahraga dengan intensitas tinggi, aktivitas fisik sehari-hari juga bisa menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran setelah melahirkan.
Sebuah studi yang diterbitkan British Journal of Sports Medicine menemukan bahwa aktivitas fisik setelah menjadi ibu dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan.
Kenapa Aktivitas Fisik Bikin Ibu Tidak Mudah Stres?
Dalam penelitian tersebut, peneliti menganalisis 35 studi dengan total 4.072 perempuan pada periode setelah melahirkan.
Peneliti ingin melihat bagaimana pengaruh aktivitas fisik terhadap depresi dan kecemasan ibu. Studi yang dianalisis mencakup berbagai jenis aktivitas fisik dengan frekuensi, durasi, intensitas, dan metode yang berbeda.
Hasilnya, ibu yang melakukan aktivitas fisik menunjukkan penurunan gejala depresi dibandingkan mereka yang tidak melakukan olahraga.
Peneliti juga menemukan adanya manfaat terhadap gejala kecemasan, meski bukti mengenai efek tersebut masih lebih terbatas dibandingkan depresi.
Risiko Depresi Postpartum 45 Persen Lebih Rendah
Temuan lain yang cukup menarik adalah ibu yang melakukan olahraga mengalami depresi postpartum sekitar 45 persen lebih rendah dibandingkan ibu yang tidak melakukan olahraga.
Artinya, aktivitas fisik berpotensi menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan mental ibu setelah melahirkan.
Namun, bukan berarti olahraga dapat sepenuhnya mencegah depresi postpartum. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga aktivitas fisik sebaiknya tidak dianggap sebagai satu-satunya cara untuk mencegah atau menangani depresi postpartum.
Tak Harus Olahraga Berat, Mulai dari yang Ringan
Aktif bergerak setelah melahirkan juga tidak selalu berarti harus pergi ke gym atau melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.
Dalam penelitian tersebut, aktivitas fisik dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, bersepeda statis, aerobik di dalam air, maupun latihan kekuatan, dapat menjadi pilihan.
Peneliti memperkirakan aktivitas fisik yang rutin per minggu dapat memberikan penurunan yang bermakna pada gejala depresi postpartum. Angka tersebut kurang lebih dapat dicapai melalui sekitar 80 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu.
Meski begitu, jenis dan intensitas olahraga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu, terutama pada masa pemulihan setelah persalinan.
Jadi, di tengah kesibukan merawat si kecil, menyempatkan diri untuk berjalan kaki, melakukan peregangan, atau berolahraga ringan bukan hanya tentang menjaga tubuh tetap bugar. Aktivitas tersebut juga bisa menjadi salah satu cara bagi ibu untuk merawat kesehatan mentalnya.
