Kumparan Logo

Studi: Punya Anak Lebih dari 3 Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak bermain di taman bermain Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bermain di taman bermain Foto: Shutterstock

Berkeinginan memiliki berapa banyak anak merupakan kesepakatan bersama dengan pasangan. Ada yang ingin memiliki anak banyak, hanya punya satu saja, bahkan memutuskan tidak ingin memiliki momongan. Semua itu kembali pada kesepakatan masing-masing.

Namun, sebuah studi yang dikutip dari Motherly menemukan bahwa orang tua yang memiliki tiga anak atau lebih bisa mengalami penurunan kesehatan otak dalam jangka panjang. Kok bisa?

Ya Moms, studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Demography oleh para peneliti dari Columbia University Mailman School of Public Health, Robert Butler Columbia Aging Center, dan Université Paris-Dauphine-PSL. Studi yang dilakukan melihat hubungan antara kesuburan dan fungsi otak dalam jangka panjang.

Mereka menganalisis tanggapan survei dari pasangan suami istri yang sudah berusia 65 tahun ke atas di Eropa dan memiliki setidaknya dua anak.

Peneliti membandingkan kemampuan otak orang tua dengan anak lebih dari tiga, dengan yang memiliki dua anak. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan otak orang tua dengan anak kurang dari tiga cenderung akan tetap memiliki pikiran yang lebih tajam di kemudian hari. Sementara itu, studi tahun 2014 itu juga menemukan bahwa memiliki anak ketiga juga bisa merugikan kesehatan mental wanita di kemudian hari, tetapi tidak berlaku bagi pria.

Ilustrasi keluarga dua anak. Foto: Odua Images/Shutterstock

Setelah mengontrol beberapa variabel, --seperti pendidikan dan usia saat orang tua saat kelahiran anak kedua-- menemukan bahwa orang dewasa dengan tiga anak atau lebih juga akan memiliki hasil lebih buruk pada tes kognisi. Salah satunya keterlambatan mengingat kata dan kefasihan secara verbal.

"Efek negatif memiliki tiga anak atau lebih pada fungsi kognitif tidak dapat diabaikan. Itu setara dengan menambah usia pikiran Anda 6,2 tahun," ungkap penulis studi sekaligus profesor di Université Paris-Dauphine-PSL, Dr. Eric Bonsang, PhD.

Penyebab Banyak Anak Pengaruhi Kesehatan Otak Dalam Jangka Panjang

1. Biaya yang Mahal

Bukan rahasia lagi punya anak itu mahal. Memiliki banyak anak juga berarti akan semakin meningkatkan beban keuangan, apakah jika ditambah adanya penurunan pendapatan. Jadi, ada kemungkinan lebih tinggi keluarga Anda akan menjadi kekurangan dan menurunkan standar hidup semua anggotanya.

2. Kurang Kesempatan Karier

Memiliki anak banyak, khususnya anak perempuan, bisa berpengaruh pada kurang berpartisipasi dalam angkatan kerja. Mulai dari anak perempuan yang cenderung bekerja lebih sedikit atau gaji lebih rendah. Padahal, perempuan yang bekerja akan secara positif memengaruhi fungsi kognitif, lho.

ilustrasi wanita cemas, stres atau depresi Foto: Shutterstock

3. Menambah Stres

Orang tua dengan lebih banyak anak juga berisiko lebih tinggi mengalami stres, karena waktu bersantai yang sedikit dan kurang rekreasi. Ini juga bisa menyebabkan kurang tidur dan istirahat, sehingga orang tua rentan stres.

4. Risiko Kurang Sosialisasi

Anda juga berisiko lebih sedikit waktu bersosialisasi, apalagi jika sudah di usia tua. Yang dikhawatirkan, kondisi ini merupakan faktor risiko utama penurunan kognitif dan demensia.

Memiliki berapa banyak anak merupakan pilihan masing-masing. Tetapi, studi lain juga menemukan bahwa ibu yang memiliki banyak anak juga mungkin bisa hidup lebih lama. Meski begitu, studi ini perlu penelitian lebih lanjut ya, Moms.