Kumparan Logo

Studi: Selain Fase, Ternyata Ada Anak yang Pilih-pilih Makanan Karena Sifatnya

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak tidak pilih-pilih makan. Foto: A3pfamily/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Anak tidak pilih-pilih makan. Foto: A3pfamily/shutterstock

Ada masanya anak balita suka memilih-milih makanan yang disajikan. Padahal, di hari-hari biasanya, anak suka-suka aja memakannya. Ya Moms, terkadang anak bisa jadi sedang memasuki fase 'picky eater' atau kondisi anak yang pilih-pilih makanan yang sudah maupun belum dikenalnya.

Walaupun punya kecenderungan untuk memilih, setidaknya anak masih mau mengkonsumsi satu macam makanan dari setiap kelompok karbohidrat, protein, sayur atau buah, dan susu. Misalnya, anak menolak makan nasi, tapi masih mau makan roti atau mi. Kondisi ini normal terjadi dalam proses tumbuh kembang anak.

Tetapi, sebuah studi terbaru yang dikutip dari WebMD mengungkapkan kebiasaan pilih-pilih makanan bisa lebih dari sekadar fasenya saja, melainkan sudah sifatnya yang seperti itu. Apa maksudnya, ya?

Temuan Studi soal Anak Pilih-pilih Makan Bisa karena Sifatnya

Nah Moms, studi yang diterbitkan di jurnal Pediatrics ini menemukan bahwa anak yang sejak kecil telah menolak makan makanan tertentu lalu berlanjut hingga usianya 9 tahun, menunjukkan kebiasaan mereka itu karena sifatnya yang malas makan makanan yang bervariasi.

Ilustrasi anak tidak mau makan. Foto: Shutterstock

Studi itu melibatkan 317 pasangan ibu-anak berusia 4-9 tahun dan menemukan tiga pola:

1. Anak yang terkadang menghindari makanan baru, tetapi masih memiliki kemungkinan mencoba makanannya

2. Secara konsisten memakan semua makanan yang ditawarkan

3. Rutin menolak makanan baru dan makan menu yang sama atau itu-itu saja

Menurut peneliti senior sekaligus Dokter Anak di RS Anak C.S. Mott Children's Hospital Dr. Megan Pesch, penemuan mereka sebenarnya tidak menemukan tanda-tanda anak mengalami kekurangan berat badan ketika memilih-milih makanannya. Dari situlah, pihaknya menilai bahwa anak yang rewel karena hanya ingin makan makanan tertentu itu hanya merupakan sifatnya saja. Dan bukan kegagalan orang tua yang tidak berhasil membujuknya makan makanan lain.

"Ini bukan salah orang tua, karena tampaknya itu adalah bagian dari watak seorang anak," ungkap Dr. Pesch.

Penelitian yang dilakukan juga menemukan pembatasan waktu makan --yang biasanya maksimal 30 menit-- tidak banyak berpengaruh.

Saat para ayah dan ibu berusaha mengontrol makanan yang dikonsumsi anaknya, termasuk membatasi makanan manis dan berlemak, anak pun bisa jadi rewel dan menangis. Bisa diketahui bahwa ketika anak sudah rewel dan cenderung emosi karena hanya mau makan menu itu-itu saja, maka bisa jadi memang sifatnya yang pilih-pilih makanan, Moms.

"Faktanya, bila dipaksa pun akan berkemungkinan untuk gagal dan itu tidak akan berhasil," ucap Direktur Duke Center for Eating Disorders di Duke University, Nancy Zucker.

Apa yang Bisa Orang Tua Lakukan?

Ilustrasi anak balita makan. Foto: Shutter Stock

Lalu apa yang bisa dilakukan orang tua bila anak memiliki sifat memilih-milih makanan? Zucker menjelaskan, ayah dan ibu bisa menjadikan momen makan sebagai pengalaman yang menyenangkan. Setidaknya, membuat mereka bebas makan makanan apa pun, meski menunya terbatas pada yang mereka sukai saja.

"Bisa juga melibatkan anak-anak dalam berbelanja dan menyiapkan makanan. Ini salah satu cara membuat momen makan menjadi lebih menyenangkan," kata Zucker.

Di sisi lain, orang tua tetap bisa menyajikan menu-menu bervariasi lainnya di meja makan. Sehingga, meski anak memiliki sifat pilih-pilih makanan, ia akan terbiasa dengan pemandangan makanan lain serta aromanya.

"Tetapi tetap rendah diri dan jangan mencoba memaksa anak untuk menghabiskan isi piringnya," tegas Pesch.

Meski ada kekhawatiran berat badan anak kurang, orang tua perlu memastikan menu itu-itu saja yang disukai tetap memiliki nutrisi dan gizi seimbang. Sebab, penelitian yang dilakukan Pesch dkk menilai makanan favorit anak-anak pun masih terbilang baik, seperti sereal, roti, maupun keju. Namun, bila anak terus-menerus membatasi makan dalam porsi yang sedikit, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak ya, Moms!

****

Dapatkan informasi terupdate seputar dunia parenting dan motherhood setiap hari hanya di Moms Update! Cari tahu informasi lengkapnya di media sosial kumparanMOM! Klik di sini