Kumparan Logo

Suami Lihat Media Sosial Wanita Lain, Boleh atau Tidak?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suami Lihat Media Sosial Wanita Lain, Boleh atau Tidak? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Suami Lihat Media Sosial Wanita Lain, Boleh atau Tidak? Foto: Shutterstock

Era digital saat ini membuat orang-orang menggunakan media sosial dengan berbagai tujuan, misalnya untuk jejaring komunikasi dan interaksi sosial, sumber informasi, hingga hiburan. Tetapi, pernah enggak sih, Anda melihat suami lagi 'ngepoin' akun media sosial wanita lain?

Marriage melansir, survei Pew Research Center pada 2019 mengungkapkan banyak orang Amerika Serikat menghadapi tantangan teknologi di tengah hubungan mereka. Di antara orang dewasa AS yang menikah, tinggal bersama, atau berada dalam hubungan berkomitmen, 40 persen sering merasa terganggu dengan banyaknya waktu yang dihabiskan pasangan mereka di ponsel untuk menjelajahi media sosial.

Selain itu, survei menunjukkan bahwa wanita kira-kira dua kali lebih mungkin terganggu oleh masalah ini dibandingkan pria.

Perilaku ini, yang bisa berupa suami yang melihat-lihat perempuan di media sosial, seringkali berawal dari rasa ingin tahu, alih-alih ketidakpuasan terhadap hubungan kalian, Moms. Fenomena ini sering dihadapi banyak pasangan, yang memicu percakapan tentang batasan dan kepercayaan.

Lantas, Kenapa Sih, Suami Suka Lihat Akun Media Sosial Wanita Lain?

Jangan langsung emosi dan mengambil tindakan dulu, Moms! Anda mungkin perlu memahami dulu alasan di balik suami yang kepo melihat akun media sosial wanita lain. Beberapa alasan ini mungkin perlu Anda ketahui!

Ilustrasi perempuan mengecek HP pasangan diam-diam. Foto: Shutterstock

1. Ingin Tahu

Rasa ingin tahu tentang orang lain adalah hal yang wajar bagi manusia. Jika suami melihat perempuan lain di media sosial, mungkin itu hanya rasa ingin tahu tentang kehidupan atau unggahan publik mereka. Hal ini tidak selalu mencerminkan ketidakpuasan terhadap hubungan atau keinginan untuk tidak setia, lho!

2. Kebiasaan di Media Sosial

Bagi sebagian orang, aktivitas menggunakan media sosial tidak memiliki makna tertentu. Jadi, bisa saja karena lagi iseng berselancar di media sosial, dan bukan ketertarikan khusus pada perempuan lain.

3. Daya Tarik

Suami juga mungkin menikmati daya tarik estetika dari wanita-wanita yang dilihatnya di media sosial. Pandangan seperti ini tidak selalu karena daya tarik emosional atau fisik, tetapi juga murni apresiasi dari sudut pandang artistik.

4. Pengaruh Teman

Pernah enggak tiba-tiba suami dan teman-temannya menggosipkan satu artis wanita yang sedang banyak dibicarakan di media sosial? Bisa jadi, pengaruh sosial inilah yang membuat mereka jadi lebih sering memantau akun wanita lain agar tidak ketinggalan berita dengan teman-temannya.

5. Bosan

Ketika bosan, Anda juga mungkin akan langsung membuka media sosial pribadi dan mengunjungi beberapa akun yang menarik perhatian. Kebiasaan serupa yang juga menjadi alasan ketika sedang stres, maka ia akan mengalihkan pikiran dengan menjelajahi akun media sosial orang lain. Hal ini jugalah yang mungkin dilakukan pada suami Anda ketika sedang bosan.

6. Kurang Kesadaran tentang Dampaknya

Suami Anda mungkin tidak sepenuhnya menyadari bagaimana tindakannya akan memengaruhi Anda. Jika suami melirik akun media sosial wanita lain, mungkin penting untuk menyampaikan perasaan Anda kepadanya, karena dia mungkin tidak menyadari bahwa perilakunya menimbulkan kekhawatiran.

7. Mencari Validasi

Interaksi media sosial sering kali melibatkan suka (like) dan komentar, yang dapat memberikan validasi instan. Jika pasangan Anda tertarik wanita lain di Instagram, ia mungkin terlibat dalam interaksi sosial yang memberinya rasa validasi atau pengakuan, meskipun hanya sebatas dangkal.

8. Putus Asa Secara Emosional

Terakhir, kebiasaan ini mungkin mengindikasikan masalah yang lebih mendalam dalam hubungan pernikahan Anda, seperti keterputusan emosional. Mengenali alasan ini dapat menjadi langkah penting dalam mengatasi masalah yang mendasarinya dan berupaya untuk terhubung kembali.

Setelah memahami alasan di balik kebiasaannya itu, maka Anda tetap perlu tenang dan cobalah mengkomunikasikannya secara terbuka. Bagikan perasaan Anda dan apa yang perlu dilakukan bersama untuk menghindari konflik.