Kumparan Logo

Sudah Lama Operasi Caesar, Bekas Luka Masih Nyeri?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi melahirkan secara caesar. Foto: Supawat Eurthanaboon/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melahirkan secara caesar. Foto: Supawat Eurthanaboon/Shutterstock

Sudah lama menjalani operasi caesar, tapi bekas luka di perut masih terasa nyeri? Kondisi ini mungkin membuat ibu khawatir dan bertanya-tanya apakah nyeri bekas operasi caesar normal atau menandakan masalah tertentu.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Indra Tarigan, Sp.OG, menjelaskan bahwa nyeri yang muncul sesekali pada bekas luka operasi caesar tidak selalu jadi tanda bahaya.

“Nyeri yang muncul sesekali pada waktu operasi caesar, tidak selalu berarti ada masalah yang serius. Karena proses penyembuhan itu bukan hanya kulit, tetapi juga jaringan dan saraf yang ada di bawahnya,” ujar dr. Indra pada kumparanMOM, Senin (31/8).

Penyebab Bekas Luka Operasi Caesar Masih Nyeri

Ilustrasi bekas luka operasi caesar. Foto: Shutterstock

Salah satu penyebabnya adalah saraf di area bekas operasi yang masih membutuhkan waktu untuk pulih.

“Setelah operasi, saraf membutuhkan waktu untuk pulih, sehingga sebagian orang bisa merasakan seperti nyeri yang menusuk, kesemutan, kebas, atau rasa seperti ditarik,” jelasnya.

Selain itu, nyeri bekas operasi caesar juga dapat berkaitan dengan jaringan parut atau perlengketan di dalam perut. Nyeri bisa pula berasal dari otot atau dinding perut setelah kehamilan dan persalinan.

Nyeri saat Haid Perlu Diperhatikan

Tapi ibu juga perlu lebih waspada jika nyeri selalu muncul atau semakin berat menjelang maupun saat menstruasi, terutama jika lokasinya tepat di area bekas operasi.

“Kita harus memikirkan kemungkinan terjadinya suatu kondisi yang disebut dengan endometriosis pada bekas luka operasi,” kata dr. Indra.

Endometriosis adalah kondisi jaringan yang mirip dengan lapisan dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim, seperti di indung telur, saluran telur atau jaringan di sekitar rongga panggul.

Ciri-ciri ibu terkena endometriosis adalah muncul benjolan di sekitar luka, demam, mual, muntah, perut kembung, atau gangguan buang air besar dan kecil. Bila sudah ada salah satu dari hal tersebut, segera periksa ke dokter jika nyeri semakin sering atau berat, ya, Moms.

“Kalau ditanya sudah lama operasi sesar tapi masih sesekali nyeri, jawabannya tidak perlu langsung takut. Yang penting, kenali pola nyerinya dan jangan abaikan kalau ada perubahan,” tutupnya.