Tahap Perkembangan Otak Bayi di Dalam Kandungan
ยทwaktu baca 2 menit

Perkembangan otak manusia terjadi secara bertahap sejak bayi masih di dalam kandungan. Salah satu fakta yang menunjukkan bahwa otak bayi berkembang dengan baik adalah ketika si kecil terus aktif dan bisa memberikan respons dari dalam rahim.
Mengutip Mom Junction, perkembangan otak bayi di dalam kandungan bahkan bisa dimulai sebelum ibu menyadari kehamilannya. Sebab, otak bayi mulai terbentuk sejak hari ke 17-30 setelah pembuahan.
Otak akan terus berkembang selama pertumbuhan bayi di dalam kandungan akan mencapai kesempurnaan saat anak lahir dan tumbuh besar. Otak merupakan salah satu organ paling kompleks di tubuh manusia karena berfungsi menafsirkan dan memproses informasi, kemudian mengirim sinyal untuk mengontrol semua fungsi tubuh.
Lantas, seperti apa tahap perkembangan otak bayi di dalam kandungan, ya?
Perkembangan Otak Bayi di Dalam Kandungan Setiap Trimester
Trimester pertama
Sekitar dua minggu setelah pembuahan, otak embrio mulai berkembang dengan pembentukan lempeng saraf, yaitu lapisan jaringan dengan sel-sel otak. Secara bertahap, jaringan akan menyatu dan membentuk tabung yang disebut tabung saraf.
Mengutip The Urban Child Institute, tabung saraf berfungsi menutup tepian area otak, membentuk otak, tengkorak, dan menghubungkannya dengan sumsum tulang belakang. Koneksi antara otak dan tulang belakang ini memungkinkan janin untuk bergerak di dalam kandungan yang akan terlihat pada saat USG.
Trimester kedua
Lipatan yang membuat otak tampak berkerut, gyri dan sulci, mulai terbentuk pada minggu-minggu awal trimester kedua kehamilan dan akan terbentuk sempurna pada akhir trimester.
Bagian dari sel saraf otak (neuron) yang disebut akson, mulai tertutup oleh pembungkus bernama mielin pada akhir trimester ini. Perkembangan ini memungkinkan transfer informasi yang diterima bayi ke otak menjadi lebih cepat. Saat bayi di dalam kandungan mencapai perkembangan ini, ia akan lebih aktif saat diajak berkomunikasi oleh ibu dan ayah.
Trimester ketiga
Korteks serebral merupakan lapisan jaringan saraf terluar otak yang berperan dalam mendukung fungsi memori, perhatian, pikiran, dan kesadaran manusia. Bagian ini menjadi lebih fungsional pada trimester ketiga, sehingga bisa mengambil alih tugas yang tadinya dilakukan oleh batang otak primitif.
Perkembangan otak yang hampir sempurna membuat bayi di dalam kandungan lebih peka terhadap rangsangan eksternal dan refleks yang dimilikinya. Bahkan, bayi di dalam kandungan mungkin akan merespons suara napasnya sendiri saat di dalam rahim.
