Kumparan Logo

Tahap Perubahan Hormon Setelah Melahirkan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perubahan hormon ibu setelah melahirkan. Foto: aslysun/Shuttterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perubahan hormon ibu setelah melahirkan. Foto: aslysun/Shuttterstock

Perubahan hormon merupakan ciri umum kehamilan yang sering kali menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu. Namun, hal ini juga bisa terjadi setelah melahirkan lho, Moms.

Kadar hormon estrogen dan progesteron meningkat saat hamil. Setelah melahirkan, kadar kedua hormon tersebut akan menurun kemudian digantikan oleh prolaktin dan oksitosin. Proses ini kembali mempengaruhi kondisi fisik dan psikis ibu selama menyusui, hingga akhirnya kadar hormon ibu kembali normal setelah beberapa waktu.

Lantas, seperti apa perubahan hormon ibu usai melahirkan dari waktu ke waktu?

Perubahan Hormon 3-6 Minggu Setelah Melahirkan

Ilustrasi Ibu baru melahirkan memiliki rasa khawatir. Foto: zhanghaoran/Shutterstock

Beberapa minggu pertama setelah melahirkan ibu mungkin merasakan perubahan emosinya seperti roller coaster karena kadar hormon di dalam tubuhnya juga berubah. Ini terjadi karena ibu harus mulai menyesuaikan diri dengan aktivitas barunya mengasuh bayi yang sering kali melelahkan dan membuatnya kurang tidur.

“Tiga bulan pertama akan terasa seperti roller coaster karena ibu kurang tidur dan emosi yang tidak terkontrol karena mereka harus bergerak sepanjang hari,” ungkap dokter naturopati, Ashley Margeson, seperti dikutip dari Parents.

Menurut Ashley, gejala depresi mungkin mulai terlihat sejak 6 minggu usai persalinan. Berikut ini beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

  • Keengganan untuk mandi.

  • Takut meninggalkan bayi pada orang lain.

  • Ketidakmampuan untuk tidur nyenyak karena terus ingin mengecek bayi.

  • Enggan untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti, makan, minum, dan berada di lingkungan sosial.

Perubahan Hormon 3 Bulan Setelah Melahirkan

Ilustrasi depresi pada ibu usai melahirkan. Foto: Shutter Stock

Pada tiga bulan setelah melahirkan, ibu mungkin sudah menyesuaikan diri dengan rutinitas barunya sebagai orang tua. Namun, hormon masih bekerja keras untuk kembali normal pada masa ini.

“Sekitar 2-3 bulan usai melahirkan, hormon mulai diatur ulang ke tingkat sebelum hamil. Namun, kadar kortisol sering meningkat karena stres baru memiliki bayi. Kurang tidur juga berkontribusi pada penurunan kadar melatonin sehingga berdampak negatif pada suasana hati,” ujar dokter spesialis kesuburan dan naturopati di Holistic Fertility Institute, Aumatma Shah, MD.

Perubahan Hormon 6 Bulan Setelah Melahirkan

Ibu setelah melahirkan. Foto: Shutter Stock

Moms, perubahan hormon setelah 6 bulan melahirkan biasanya tampak sedikit berbeda tergantung pada frekuensi menyusui. Pada momen ini, kebutuhan ASI bayi menurun karena ia mulai mengkonsumsi makanan padat. Dengan begitu, hormon prolaktin yang mendukung produksi ASI pun ikut menurun.

“Setelah enam bulan, terjadi perubahan hormonal (lagi) karena estrogen dan progesteron akan diatur ulang ke tingkat sebelum kehamilan. Hormon di dalam tubuh ibu juga akan kembali normal karena mereka segera memasuki siklus menstruasinya lagi,” pungkas Dr. Aumatma.

kumparan post embed