Kumparan Logo

Tak Ingin Vagina Robek Saat Melahirkan Pervaginam? Kenali Manfaat Pijat Perineum

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi melahirkan. Foto: aslysun/Shuttterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melahirkan. Foto: aslysun/Shuttterstock

Banyak ibu hamil merasa cemas membayangkan kemungkinan robekan pada jalan lahir atau vagina saat persalinan pervaginam. Kekhawatiran ini wajar, tetapi ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mempersiapkan tubuh menjelang proses melahirkan, salah satunya dengan pijat perineum.

Menurut Bina Maternity Officer (BMO), Bd. Linda Frihastuti, Amd.Keb, pijat perineum dapat membantu mengurangi risiko terjadinya robekan perineum yang berat saat persalinan.

"Tips and trik supaya tidak ada luka perineum atau setidaknya tidak sampai dengan derajat tertinggi. Biasanya yang ditakutkan adalah derajat 3 dan derajat 4," ucap Linda kepada kumparanMOM, Jumat (3/7).

Apa Itu Pijat Perineum?

Bina Maternity Officer (BMO) Officer (BMO) Bd. Linda Frihastuti AMD. Keb, saat dibincang dengan kumparanMOM. Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Pijat perineum merupakan teknik pijatan pada area perineum, yaitu jaringan di antara vagina dan anus. Tujuannya adalah membantu meningkatkan kelenturan jaringan sehingga lebih siap meregang ketika bayi lahir.

Dengan jaringan yang lebih elastis, diharapkan risiko robekan berat atau tindakan episiotomi pada kondisi tertentu dapat berkurang. Namun, perlu diketahui bahwa keputusan melakukan episiotomi tetap bergantung pada kondisi ibu dan bayi saat persalinan.

Linda menyarankan pijat perineum dilakukan mulai usia kehamilan 37 minggu. Alasannya, pijatan pada area tersebut berpotensi merangsang kontraksi sehingga tidak dianjurkan dilakukan terlalu dini.

"Karena terkadang bisa merangsang untuk kontraksi. Nah, makanya kenapa harus di 37 minggu,” tegasnya..

Persiapan Sebelum Pijat Perineum

Bina Maternity Officer (BMO) Officer (BMO) Bd. Linda Frihastuti AMD. Keb, saat dibincang dengan kumparanMOM. Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Sebelum memulai pijatan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap aman dan nyaman, yaitu:

-Mandi air hangat terlebih dahulu agar tubuh lebih rileks.

-Potong kuku hingga pendek.

-Lepaskan cincin atau perhiasan yang dikenakan di tangan.

-Cuci tangan hingga bersih.

-Gunakan minyak pelumas yang aman dan tidak mengandung pewangi (fragrance) agar tidak memicu iritasi atau keputihan.

Cara Melakukan Pijat Perineum

Pijat perineum dapat dilakukan sendiri maupun dibantu pasangan.

Berikut langkah-langkah yang dijelaskan Linda:

Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan di dokter. Foto: Shutterstock

1. Duduk dengan posisi bersandar menggunakan bantal agar tubuh lebih nyaman.

2. Gunakan cermin untuk membantu melihat area perineum.

3. Oleskan minyak pada jempol dan area perineum.

4. Lakukan pijatan ringan pada bagian luar perineum sambil menarik napas dalam. Ulangi lebih dari lima kali atau sekitar 10 kali.

5. Pijat ke arah kanan dan kiri sebanyak 10–15 kali agar otot mulai rileks.

6. Masukkan jempol sekitar satu ruas jari ke dalam vagina secara perlahan.

7. Tekan perlahan ke arah bawah (arah anus) dan tahan selama tiga siklus napas.

8. Ulangi tekanan pada sisi kanan dan kiri area perineum, sambil tetap menahan selama tiga siklus napas di setiap titik.

Bina Maternity Officer (BMO) Officer (BMO) Bd. Linda Frihastuti AMD. Keb, saat dibincang dengan kumparanMOM. Foto: Eka Nurjanah/kumparan

9. Setelah itu lakukan gerakan memutar sebanyak 15–20 kali pada area bawah perineum.

Menurut Linda, titik pijatan berfokus pada bagian bawah vagina yang dapat dibayangkan seperti posisi jarum jam, terutama di area jam 6, kemudian dilanjutkan ke jam 5, jam 7, jam 3, dan jam 9.

“Jadi fokusnya (seperti) jam 6 dulu. Terus habis itu jam 5. Jam 7. Naik lagi sedikit boleh. Di jam 9. Naik lagi sedikit boleh di jam 3. Pokoknya di area sekitaran bawah perineum,” tuturnya sambil mempraktikan menggunakan manekin vagina.

Ya, Moms, Linda mengatakan, pijat perineum yang dilakukan secara rutin membantu otot dasar panggul menjadi lebih rileks dan terbiasa meregang.

kumparan post embed