Tanamkan Kepedulian Lingkungan Mulai dari Keluarga, Yuk Ajak Anak Lakukan Ini!

Menjaga lingkungan merupakan kebiasaan yang perlu ditanamkan sejak dini dan perlu dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga. Nah, sebagai ibu yang punya peran sentral di dalam keluarga, penting bagi kita untuk mulai menanamkan kesadaran lingkungan pada anak.
Tak perlu mengajari konsep yang rumit pada anak, mulai saja dengan hal-hal sederhana yang mudah dipraktikkan di rumah. Jika sudah dibiasakan sejak kecil, biasanya hal ini akan tertanam hingga dewasa.
Tapi, bila Anda bingung bagaimana memulainya, yuk simak tipsnya di bawah ini!
Tips Membangun Kepedulian Lingkungan Bersama Keluarga
Menurut influencer sustainability Astri Puji Lestari atau akrab dengan akun Instagram @atiit, ia memulainya lewat kegiatan-kegiatan sederhana di rumah.
1. Bikin Sistem
Astri menjelaskan, salah satu cara yang bisa mulai dilakukan adalah menyediakan tempat sampah pilah di rumah. Yang paling mudah untuk belajar dipilah adalah sampah-sampah berbahan kertas, plastik, gelas, kaca, kaleng, hingga baju-baju yang sudah tidak terpakai.
"Di rumah itu aku bikin ada beberapa tempat pilah sampah. Mulai yang gampang-gampang aja," ucap Astri.
2. Libatkan Anak
Bila ingin mengajarkan anak tentang kebersihan lingkungan, maka coba libatkan ia dalam seluruh prosesnya. Gimana caranya?
"Misalnya, minta tolong sama anak kita yang balita, 'Tolong dong bantuin pilahin sampah. Yang kertas ditaruhnya di situ, yang plastik, atau misalnya dijadikan games bareng anak-anak," tutur dia.
3. Nonton Film Bertemakan Lingkungan
Beberapa film dengan tema lingkungan bisa dipilih juga. Ya Moms, si kecil pasti suka diajak nonton bersama, apalagi film animasi. Anda bisa memilih beberapa film yang membawa tema lingkungan, seperti Ice Age atau Wall-E, lho!
"Contohnya Ice Age, itu dia menceritakan zaman dulu ada gempa, terus gunung es mencair dan segala macam. Kita bisa ajak mereka ngobrol juga, sebenarnya kenapa sih gunung es bisa mencair," jelas Astri.
"Atau Wall-E di mana masa depan sampah semua. Nyaman enggak sih kira-kira kalau kita hidupnya penuh dengan sampah. Jadi biar anak-anak juga ada bayangan sebenarnya, kehidupan kalau misalnya banyak sampah," lanjut dia.
4. Tidak Memaksa
Terkadang, mengajarkan sesuatu pada anak memerlukan waktu yang tidak sebentar. Sehingga, yang perlu dilakukan adalah banyak bersabar dan tidak memaksa si kecil agar langsung paham.
"Jadi adalah dengan bersabar dan berusaha untuk tidak maksain, walaupun sama suami dan anak sendiri. Karena aku yakin, setiap manusia punya fitrah yang berbeda-beda, cara dan nilai yang berbeda. Alangkah baiknya kalau kita sambil menanamkan kepedulian lingkungan, tapi juga peduli sama manusia," pungkasnya.
