Tanda Anak Alami Keterlambatan Motorik, Ini yang Perlu Ibu Lakukan
·waktu baca 4 menit

Perkembangan motorik jadi salah satu fondasi penting yang akan membentuk kemampuan dan keterampilan yang akan dimiliki anak di masa depan, Moms.
Motorik kasar dan halus merupakan dua elemen utama yang memainkan peran krusial dalam kehidupan sehari-hari. Bila motorik kasar melibatkan gerakan besar tubuh seperti berjalan, melompat, dan berlari, motorik halus mencakup gerakan tangan yang tidak memerlukan otot, seperti menggenggam pensil, mengancingkan baju, atau memasukkan kunci ke dalam lubang.
Keterlambatan dalam perkembangan motorik dapat berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan anak, lho Moms.
Dilansir dari Hassenfeld Children's Hospital At Nyu Langone, anak yang mengalami keterlambatan mungkin kesulitan dalam saat aktivitas fisik di sekolah atau bermain bersama teman sebaya. Hal ini juga dapat mempengaruhi kemandirian anak dalam melakukan tugas seperti berpakaian, makan, dan membersihkan diri sendiri.
Di samping itu, keterlambatan motorik juga dapat mempengaruhi perkembangan kognitif dan sosial anak. Kemampuan untuk berinteraksi dengan teman sebaya, mengikuti instruksi guru, atau mengikuti kegiatan di kelas juga dapat terpengaruh.
Tanda-tanda Anak Alami Gangguan Motorik
Moms, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat anak mengalami gangguan motorik. Dilansir organisasi Northern California Children’s Therapy Center, berikut beberapa tanda yang perlu kamu perhatikan berdasarkan usia anak:
1. Tanda gangguan motorik kasar
Tidak bisa berguling pada usia 7 bulan.
Tidak mendorong diri ke atas (dengan tangan lurus), mengangkat kepala, dan bahu pada usia 8 bulan.
Tidak bisa duduk mandiri pada usia 10 bulan.
Tidak bisa merayap (dengan perut) pada 10 bulan.
Tidak merangkak (dengan tangan dan kaki) pada 12 bulan.
Tidak duduk tegak di kursi anak-anak pada 12 bulan.
Tidak menarik diri (untuk berdiri) pada usia 12 bulan.
Tidak bisa berdiri sendiri di usia 14 bulan.
Tidak bisa berjalan pada 18 bulan.
Tidak melompat pada usia 30 bulan.
Belum mandiri menaiki tangga (naik dan turun) pada usia 30 bulan.
2. Tanda gangguan motorik halus pada anak
Sering mengepalkan tangan pada 6 bulan.
Tidak mendekatkan kedua tangan ke tengah tubuh pada 10 bulan.
Tidak membenturkan benda pada usia 10 bulan.
Tidak bertepuk tangan pada usia 12 bulan.
Tidak dengan sengaja melepaskan benda pada usia 12 bulan.
Tidak mampu membalikkan dan memegang botol sendiri pada 12 bulan.
Masih menggunakan genggaman tangan untuk memegang krayon (alat tulis) pada 18 bulan.
Tidak menggunakan penjepit (ibu jari dan telunjuk) pada usia 18 bulan.
Tidak meniru gambar garis vertikal pada 24 bulan.
Tidak bisa memotong dengan gunting pada usia 30 bulan.
Stimulasi Jika Anak Alami Gangguan Motorik
Sebelum anak menunjukkan adanya gangguan motorik, tentunya orang tua perlu melakukan stimulasi yang tepat. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari mengajak anak bermain telungkup, melempar bola, memberi finger food, bermain cat warna, bermain penjepit, meremas spons, menggambar pasir, dan lain-lain.
Namun, jika anak alami gangguan motorik, tentunya Anda perlu langsung berkonsultasi ke dokter, lho Moms. Ceritakan ke dokter soal keterlambatannya dan dokter akan memberikan bantuan atau solusi yang tepat sesuai kondisi si kecil.
Di sini lain, Anda perlu tetap terus memberikan nutrisi yang lengkap dan tercukupi untuk anak. Jadi, jangan lupa untuk memberikan asupan ikan, sayuran hijau, daging, biji-bijian dan kacang-kacangan, hingga telur.
Selain dari beberapa jenis makanan bergizi, susu juga dapat membantu melengkapi nutrisi anak, ya Moms. Sebagai opsi, Anda bisa berikan susu UHT yang kaya akan nutrisi seperti kalsium, fosfor, kalium, zink, vitamin A, vitamin B12, magnesium, karbohidrat, dan protein. Anda bisa berikan anak susu UHT yang berkualitas seperti Ultra Mimi Kids.
Terbuat dari susu segar, Ultra Mimi Kids bisa jadi pilihan untuk menutrisi tubuh anak secara berimbang, terutama mereka yang masih dalam tahap pertumbuhan awal (growing up kids).
Ultra Mimi Kids mengandung berbagai macam vitamin, mineral termasuk kalsium dan fosfor yang dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak. Membantu mendukung proses pertumbuhan sehat anak, memperkuat tulang dan gigi, membangun pertumbuhan sel dan membantu jaga daya tahan tubuh.
Ultra Mimi Kids cocok diminum sehari-hari, lho, Moms. Agar si kecil tidak bosan, Anda bisa berikan ia berbagai rasa yang disukai. Ada 4 pilihan rasa, seperti Full Cream, Stroberi, Cokelat, dan Vanila dalam ukuran 125 ml.
Susu ini diproses secara Ultra High Temperature (UHT) dan dikemas dalam enam lapis kemasan aseptik sehingga kualitas, rasa, dan nutrisi susu tetap terjaga tanpa bahan pengawet.
Ultra Mimi Kids bisa didapatkan di toko-toko terdekat, minimarket atau supermarket, maupun di Official Store Ultra Milk melalui e-commerce. Untuk berbagai informasi menarik lainnya, jangan lupa cek Instagram @ultramimiid atau melalui website Ultrajaya, ya Moms.
Advertorial ini dibuat oleh kumparan Studio
