Tanda dan Cara Identifikasi Kontraksi Asli Jelang Persalinan
·waktu baca 3 menit

Jelang persalinan, ibu hamil akan mengalami kontraksi sebagai tanda bahwa bayi siap dilahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi saat kehamilan memasuki usia 37-40 minggu. Namun, beberapa ibu hamil mungkin mengalaminya lebih cepat dan melahirkan bayi prematur.
Mengutip Very Well Family, kontraksi terjadi ketika otot-otot di rahim menegang dan kemudian rileks. Saat rahim berkontraksi, perut terasa mengeras, kemudian kembali melunak saat rahim berelaksasi.
Namun, tidak semua kontraksi menjadi tanda ibu akan melahirkan. Ya Moms, sebagai ibu hamil mungkin pernah mengalami kontraksi palsu atau yang disebut kontraksi Braxton Hicks. Kontraksi palsu umumnya terjadi dalam waktu pendek dan tidak sekuat kontraksi asli.
Nah Moms, agar tidak terkecoh dengan kontraksi palsu, berikut ini tanda dan cara mengidentifikasi kontraksi asli jelang persalinan, seperti dikutip dari Very Well Family.
Tanda Kontraksi Asli Jelang Persalinan
Tanda kontraksi asli biasanya muncul beberapa hari sebelum hari perkiraan lahir (HPL). Saat kontraksi terjadi, rahim Anda sedang bersiap untuk mengeluarkan bayi. Berikut ini beberapa tanda umum yang dialami ibu hamil saat kontraksi.
Nyeri di punggung bawah dan menjalar ke depan
Nyeri di panggul dan perut bagian atas
Tekanan di panggul
Kontraksi terjadi selama 60 – 90 detik dan biasanya makin lama.
Kontraksi muncul setiap 5 – 10 menit. Makin dekat dengan HPL, biasanya makin intens.
Saat kontraksi, ibu merasa seperti tidak bisa berjalan dan sulit berbicara. Bahkan, mencoba mengubah posisi tubuh terkadang tidak dapat menghilangkan rasa nyerinya.
Cara Mengidentifikasi Kontraksi Asli
American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) mengeluarkan pedoman untuk mengidentifikasi kontraksi asli, yaitu sebagai berikut.
1. Waktu dan Frekuensi Kontraksi
Kontraksi asli umumnya terjadi selama 60 – 90 detik dengan pola yang teratur. Sementara itu, kontraksi palsu terjadi secara acak dan tidak memiliki pola.
2. Perubahan saat Bergerak
Bergerak atau mengubah posisi tubuh umumnya tidak dapat menghalangi munculnya kontraksi asli. Jika saat ibu bergerak kontraksi tersebut berhenti, mungkin saja itu hanya kontraksi palsu.
3. Kekuatan Kontraksi
Kontraksi asli terasa lebih nyeri dibanding kontraksi palsu. Bahkan, kekuatannya makin lama makin meningkat. Sementara itu, kontraksi palsu lebih lemah dan intensitasnya rendah.
4. Lokasi Nyeri
Rasa nyeri saat kontraksi asli biasanya berada di area punggung, mulai dari belakang hingga ke depan. Sementara kontraksi palsu hanya berada di depan atau bagian perut saja.
5. Penyebab
Penyebab kontraksi asli tentu saja yaitu tanda bayi siap untuk dilahirkan. Sementara itu, kontraksi palsu biasanya disebabkan oleh hal lain, seperti terlalu sering berolahraga saat mendekati HPL, dehidrasi, dan setelah berhubungan seks.
