Kumparan Logo

Tanda dan Cara Identifikasi Kontraksi Asli Jelang Persalinan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil alami kontraksi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil alami kontraksi. Foto: Shutterstock

Jelang persalinan, ibu hamil akan mengalami kontraksi sebagai tanda bahwa bayi siap dilahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi saat kehamilan memasuki usia 37-40 minggu. Namun, beberapa ibu hamil mungkin mengalaminya lebih cepat dan melahirkan bayi prematur.

Mengutip Very Well Family, kontraksi terjadi ketika otot-otot di rahim menegang dan kemudian rileks. Saat rahim berkontraksi, perut terasa mengeras, kemudian kembali melunak saat rahim berelaksasi.

Namun, tidak semua kontraksi menjadi tanda ibu akan melahirkan. Ya Moms, sebagai ibu hamil mungkin pernah mengalami kontraksi palsu atau yang disebut kontraksi Braxton Hicks. Kontraksi palsu umumnya terjadi dalam waktu pendek dan tidak sekuat kontraksi asli.

Nah Moms, agar tidak terkecoh dengan kontraksi palsu, berikut ini tanda dan cara mengidentifikasi kontraksi asli jelang persalinan, seperti dikutip dari Very Well Family.

Tanda Kontraksi Asli Jelang Persalinan

Ilustrasi ibu hamil alami kontraksi. Foto: Shutterstock

Tanda kontraksi asli biasanya muncul beberapa hari sebelum hari perkiraan lahir (HPL). Saat kontraksi terjadi, rahim Anda sedang bersiap untuk mengeluarkan bayi. Berikut ini beberapa tanda umum yang dialami ibu hamil saat kontraksi.

  1. Nyeri di punggung bawah dan menjalar ke depan

  2. Nyeri di panggul dan perut bagian atas

  3. Tekanan di panggul

  4. Kontraksi terjadi selama 60 – 90 detik dan biasanya makin lama.

  5. Kontraksi muncul setiap 5 – 10 menit. Makin dekat dengan HPL, biasanya makin intens.

  6. Saat kontraksi, ibu merasa seperti tidak bisa berjalan dan sulit berbicara. Bahkan, mencoba mengubah posisi tubuh terkadang tidak dapat menghilangkan rasa nyerinya.

Cara Mengidentifikasi Kontraksi Asli

Ilustrasi ibu hamil kontraksi menjelang persalinan. Foto: Thinkstock

American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) mengeluarkan pedoman untuk mengidentifikasi kontraksi asli, yaitu sebagai berikut.

1. Waktu dan Frekuensi Kontraksi

Kontraksi asli umumnya terjadi selama 60 – 90 detik dengan pola yang teratur. Sementara itu, kontraksi palsu terjadi secara acak dan tidak memiliki pola.

2. Perubahan saat Bergerak

Bergerak atau mengubah posisi tubuh umumnya tidak dapat menghalangi munculnya kontraksi asli. Jika saat ibu bergerak kontraksi tersebut berhenti, mungkin saja itu hanya kontraksi palsu.

3. Kekuatan Kontraksi

Kontraksi asli terasa lebih nyeri dibanding kontraksi palsu. Bahkan, kekuatannya makin lama makin meningkat. Sementara itu, kontraksi palsu lebih lemah dan intensitasnya rendah.

4. Lokasi Nyeri

Rasa nyeri saat kontraksi asli biasanya berada di area punggung, mulai dari belakang hingga ke depan. Sementara kontraksi palsu hanya berada di depan atau bagian perut saja.

5. Penyebab

Penyebab kontraksi asli tentu saja yaitu tanda bayi siap untuk dilahirkan. Sementara itu, kontraksi palsu biasanya disebabkan oleh hal lain, seperti terlalu sering berolahraga saat mendekati HPL, dehidrasi, dan setelah berhubungan seks.

kumparan post embed