Kumparan Logo

Tanda Keterlambatan Perkembangan Sosial Emosional pada Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tanda Keterlambatan Perkembangan Sosial Emosional pada Anak. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Tanda Keterlambatan Perkembangan Sosial Emosional pada Anak. Foto: Shutter Stock

Orang tua perlu memperhatikan tumbuh kembang anak sejak lahir. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui, apakah si kecil berada pada tahap perkembangan yang normal sesuai usianya atau tidak.

Ya Moms,selain perkembangan motorik dan bahasa, Anda juga perlu memperhatikan perkembangan sosial emosional anak. Pada tahap ini, kebanyakan anak mulai bisa mengekspresikan dirinya bahkan sejak bayi. Tetapi, beberapa anak mungkin mengalami keterlambatan perkembangan sosial emosional sehingga tidak bisa mengekspresikan dirinya sebaik anak lain.

Dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut adalah beberapa tanda bahaya pada perkembangan sosial emosional anak yang perlu diwaspadai orang tua.

Tanda Bahaya Perkembangan Sosial Emosional Anak

Anak murung tidak bisa mengekspresikan dirinya. Foto: Shutterstock
  • Usia 6 bulan: Bayi jarang tersenyum atau memperlihatkan ekspresi yang menunjukkan kesenangan lainnya.

  • Usia 9 bulan: Bayi jarang mengeluarkan suara, tidak merespons saat orang tua mengajak bicara, dan tidak menunjukkan ekspresi wajah.

  • Usia 12 bulan: Anak tidak merespons saat orang tua memanggil namanya.

  • Usia 15 bulan: Anak belum bisa bicara satu kata dengan jelas.

  • Usia 18 bulan: Anak tidak bisa bermain pura-pura.

  • Usia 24 bulan: Anak belum bisa menggabungkan 2 kata yang berarti saat bicara.

  • Segala usia: Anak tidak mengalami masa babbling, kurangnya kemampuan bicara, bersosialisasi dan interaksi.

Bila Anda menemukan beberapa tanda di atas pada si kecil, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter ya, Moms.