Kumparan Logo

Tanda-tanda Anak Pingsan yang Berbahaya, Segera Bawa ke Dokter!

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pingsan. Foto: Tunatura/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pingsan. Foto: Tunatura/Shutterstock

Anak pingsan atau kehilangan kesadaran sementara secara tiba-tiba pasti membuat orang tua khawatir. Bahkan, pingsan atau yang dikenal dengan istilah medis sinkop, juga bisa dialami oleh anak-anak dan remaja yang dalam kondisi sehat sekali pun.

Dikutip dari laman Healthy Children, sebanyak 1 dari 4 anak-anak dan remaja yang dalam kondisi sehat pernah mengalami pingsan. Namun, kebanyakan pingsan sebenarnya tidak disebabkan oleh sesuatu yang serius. Tidak sedikit yang langsung pulih setelah pingsan. Tetapi, waspadai juga penyebab pingsan yang jarang diketahui dan berpotensi serius.

Anak yang Sehat Bisa Pingsan, Apa Penyebabnya?

Sebelum mengetahui tanda-tanda pingsan yang berbahaya, orang tua juga perlu mengetahui pemicu pingsan yang sering dialami anak-anak sehat. Umumnya, pingsan terjadi ketika ada penurunan sementara aliran darah yang kaya akan oksigen ke otak. Kondisi ini bisa disebabkan beberapa hal, seperti:

  • Kurang Minum: Tidak minum cukup cairan, terutama saat cuaca sedang panas, dapat menyebabkan dehidrasi. Ya Moms, dehidrasi merupakan penyebab pingsan paling umum pada anak-anak. kurang minum juga dapat mengurangi volume darah dan menurunkan tekanan darah.

  • Berdiri Diam dalam Waktu Lama: Terlalu lama berdiri di satu tempat dapat menyebabkan darah menumpuk di kaki.

  • Berada di Tempat Panas: Berada di ruangan atau tempat yang terlalu panas, atau lingkungan yang penuh sesak, dapat membuat anak pingsan.

  • Emosi yang Kuat: Merasakan emosi atau begitu kuat saat sakit atau mengalami kejadian yang menakutkan dan mengejutkan dapat menyebabkan bagian otak yang mengontrol tekanan darah, laju pernapasan, hingga detak jantung tiba-tiba berubah dan menjadi tidak sinkron.

  • Hiperventilasi: Kondisi bernapas terlalu cepat yang terjadi karena rasa cemas dan takut, karena dapat menyebabkan perubahan cepat pada suplai darah ke otak kita.

  • Gangguan Menahan Napas: Dilakukan oleh banyak anak kecil saat sedang marah atau merasa kesakitan. Gangguan ini umumnya tidak serius, dan anak akan mulai mengatasinya pada usia enam tahun.

  • Gerakan Tertentu: Beberapa gerakan seperti batuk terlalu keras, angkat beban, dan lainnya dapat meregangkan atau menekan ujung saraf yang sensitif. Kondisi ini sebenarnya sangat jarang terjadi.

Ilustrasi anak pusing. Foto: Shutter Stock

Sebagai orang tua, Anda perlu memahami tanda dan gejala anak yang akan pingsan. Biasanya, sekitar 5-10 detik sebelum pingsan, si kecil akan menunjukkan gejala-gejala seperti berikut ini:

- Pusing atau sakit kepala

- Mual

- Keringat dingin

- Penglihatan kabur

- Telinga berdengung

- Muka pucat

- Denyut jantung lebih cepat dari biasanya

Tanda-tanda Pingsan yang Menunjukkan Kondisi Kesehatan Serius

Nah Moms, dalam beberapa kasus, anak yang sering pingsan dapat menjadi pertanda ia memiliki masalah atau kondisi kesehatan serius. Apa saja?

1. Defisiensi Zat Besi

Kondisi yang disebut juga anemia ini terjadi ketika zat besi di dalam darah tidak cukup untuk mengantarkan oksigen ke otak. Pada remaja perempuan, khususnya, dapat terjadi ketika sedang mengalami menstruasi.

2. Pendarahan

Anak mengalami pendarahan di dalam akibat pukulan ke kepala atau perut.

Ilustrasi anak pingsan. Foto: Burcu Saritas/Shutterstock

3. Kencing manis

Penurunan gula darah secara tiba-tiba dapat menyebabkan pingsan, karena otak membutuhkan gula untuk energi. Begitu juga anak dengan diabetes dapat menyebabkan peningkatan buang air kecil, yang menyebabkan ia mungkin mengalami dehidrasi.

4. Gangguan Makan

Anak yang mengalami gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia dapat membuatnya pingsan, karena tubuhnya mengalami dehidrasi, gula darah rendah, hingga perubahan tekanan darah yang disebabkan kelaparan, muntah, atau olahraga berlebihan.

5. Masalah Jantung

Detak jantung yang tidak teratur atau masalah struktural pada jantung maupun katup jantung dapat menyebabkan anak pingsan. Biasanya, anak dengan masalah jantung akan pingsan ketika melakukan aktivitas berat atau berolahraga.

6. Penyakit Addison

Penyakit Addison adalah kelainan langka yang terjadi akibat tubuh kekurangan hormon yang seharusnya diproduksi oleh kelenjar adrenal. Sehingga, tubuh anak-anak dengan kondisi ini tidak dapat menghasilkan cukup hormon, misalnya hormon kortisol, yang dapat membantu mengontrol respons terhadap stres, tekanan darah, maupun kadar gula darah.

Pada anak yang sering mengalami pingsan, atau pingsan disertai gejala yang serius, dokter anak mungkin akan mengarahkan untuk dilakukan pemeriksaan ke dokter spesialis jantung anak. Pemeriksaan ini penting bila anak memiliki detak jantung yang tidak normal, terutama bila terjadi sebelum pingsan. Kemudian juga wajib diperiksa apabila keluarga memiliki riwayat penyakit jantung.

Selain itu, Cleveland Clinic melansir, anak harus segera dibawa ke dokter bila pingsan yang disertai dengan kejang. Bila kejang berlangsung dengan durasi singkat, serta tidak disertai gejala apa pun setelahnya, maka anak-anak akan lebih cepat pulih. Namun, bila anak mengalami kejang yang rutin dan tiba-tiba, waspadai kemungkinan ia mengalami epilepsi.

Sehingga, bila anak menunjukkan gejala pingsan yang tidak wajar, segera bawa ke dokter untuk mendapat pengobatan dan perawatan yang tepat. Sebab, perawatan untuk anak yang pingsan dan pingsan disertai dengan kejang itu berbeda.