Kumparan Logo

Tanda-tanda Bayi Sudah Turun ke Panggul dan Siap Lahir

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tanda-tanda Bayi Sudah Turun ke Panggul dan Siap Lahir. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Tanda-tanda Bayi Sudah Turun ke Panggul dan Siap Lahir. Foto: Shutterstock

Momen yang paling dinantikan para ibu hamil adalah melahirkan. Bagaimana tidak, selama sekitar 9 bulan Anda mengandung, tentu sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan bayi yang telah dinantikan.

Bagi ibu yang usia kehamilannya sudah mendekati hari perkiraan lahir (HPL), tentu Anda akan menyadari gerakan bayi akan semakin aktif. Salah satu alasannya karena bayi sedang berusaha memutar tubuhnya, agar kepalanya yang tadinya di atas jadi di bawah mendekati jalan keluarnya. Ketika bayi semakin merosot turun ke panggul, itu artinya si kecil siap dilahirkan.

Nah Moms, kondisi tubuh bayi yang sudah mengambil posisi terakhirnya di rahim sebelum melewati jalan lahir ini disebut juga baby drop (atau bisa disebut juga lightening). Dikutip dari laman Mom Junction, dropping atau lightening sudah berlangsung sejak usia kehamilan menginjak minggu ke-34 sampai ke-36. Dalam fase ini, posisi bayi sudah benar-benar 'jatuh' lebih rendah ke panggul, atau sudah berada di area tulang kemaluan Anda.

Khusus bagi wanita yang baru pertama kali akan melahirkan, kemerosotan ini lebih mungkin terjadi beberapa jam saja menjelang persalinan dimulai.

Tanda-tanda Bayi Siap Dilahirkan

Tanda-tanda Bayi Siap Dilahirkan. Foto: Shutterstock

Tidak ada yang dapat memprediksi kapan bayi telah merosot dan siap untuk dilahirkan, karena kondisinya pada setiap ibu hamil bisa berbeda-beda. Namun, Anda bisa memperhatikan beberapa perubahan yang kemungkinan kuat menunjukkan bayi sudah siap lahir, yaitu:

1. Perubahan Pada Perut

Bila Anda melihat perut sudah menggantung lebih rendah, bisa jadi bayi sudah berada dekat jalan keluar, atau di sekitar area tulang panggul. Ini akan terasa apabila Anda sedang duduk, lho.

2. Lebih Mudah Bernapas

Dilansir Healthline, bayi yang telah merosot ke panggul itu berarti akan memberikan lebih sedikit tekanan pada diafragma. Jadi, Anda akan mulai terasa lebih mudah bernapas.

3. Merasakan Lebih Banyak Tekanan

Karena posisi bayi sudah di panggul, artinya Anda dapat merasakan lebih banyak tekanan dan nyeri di area tersebut.

4. Sering ke Kamar Mandi

Ilustrasi hamil. Foto: Shutterstock

Kepala bayi yang semakin menekan kandung kemih meningkatkan peluang ibunya jadi lebih sering buang air kecil. Bisa jadi, Anda akan jadi sering bolak-balik kamar mandi, deh!

5. Nyeri Panggul

Nyeri di pinggul terjadi karena kepala bayi memberi banyak tekanan pada ligamen di area panggul. Saat Anda bergerak dengan posisi tertentu, jadinya bisa menimbulkan rasa sakit.

6. Nafsu Makan Meningkat

Di sisi lain, nafsu makan Anda juga bisa meningkat akibat tekanan pada perut setelah bayi semakin turun. Hal ini terjadi karena tekanan pada paru-paru dan perut berkurang, sehingga nafsu makan perlahan mulai naik lagi.

7. Keputihan

Bayi yang sudah di panggul dan terus bergerak akhirnya memberi tekanan pada leher rahim (serviks) untuk pelebaran. Jadi, Anda akan kehilangan sumbat lendir. Selama proses pelebaran serviks, sumbatan di ujung bukaan leher rahim akan terlepas dan memicu keputihan dalam jumlah banyak.

kumparan post embed