Kumparan Logo

Tanda Umum Kehamilan Kembar

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi hamil kembar. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hamil kembar. Foto: Shutter Stock

Di awal kehamilan, Anda mungkin bertanya-tanya apakah di dalam perut ada lebih dari satu janin yang sedang berkembang? Jika ya, apa yang harus dilakukan?

Ya Moms, memiliki bayi kembar adalah impian banyak orang tua. Apalagi menurut riset, jumlah bayi kembar dalam beberapa tahun terakhir meningkat. Sehingga bukan tidak mungkin Anda juga berpotensi melahirkan anak kembar.

Lalu seberapa dini kehamilan kembar bisa dideteksi? Simak selengkapnya dalam penjelasan di bawah ini.

Kapan Kehamilan Kembar Bisa Dideteksi?

Profesor kebidanan dan ginekologi di Zucker School of Medicine di Hempstead, New York, Amos Grünebaum, MD, menyebut dalam kebanyakan kasus, bayi kembar dapat dideteksi sejak usia kehamilan tujuh minggu dengan USG awal kehamilan.

Namun, tidak semua orang hamil memiliki akses terhadap USG dini, dan beberapa penyedia layanan kesehatan mungkin tidak melakukan USG kehamilan hingga trimester kedua.

Adakah Tanda Awal Kehamilan Kembar?

Ilustrasi hamil bayi kembar. Foto: Shutterstock

Jawaban singkatnya adalah ya dan tidak, karena setiap kehamilan berbeda, Moms. Sama seperti ibu hamil tunggal, ibu yang hamil anak kembar juga bisa mengalami berbagai macam gejala kehamilan. Meskipun demikian, tanda-tanda fisik tertentu mungkin menjadi tanda berapa banyak bayi yang dikandung. Seperti morning sickness yang intens dan muncul lebih awal dari yang diharapkan.

Orang-orang tertentu juga memiliki peluang lebih besar untuk hamil anak kembar dibandingkan orang lain. Jika Anda mengalami tanda-tanda awal kehamilan kembar dan memiliki satu atau lebih faktor risiko untuk kehamilan kembar, Anda mungkin mengandung bayi kembar.

Faktor Risiko untuk Anak Kembar

  • Riwayat keluarga saudara kembar fraternal

  • Usia ibu lanjut (di atas 35 tahun)

  • BMI di atas 30

  • Menggunakan obat induksi ovulasi seperti clomiphene atau letrozole, yang berhubungan dengan kelipatan 3

  • Tinggi badan ibu di atas rata-rata

  • Riwayat kehamilan sebelumnya

Meskipun ada beberapa gejala yang umum dilaporkan pada orang yang hamil anak kembar, gejala tersebut tidak dapat memastikan atau mengesampingkan kehamilan kembar. Artinya, Anda bisa mengalami "gejala kehamilan kembar" yang umum terjadi pada kehamilan tunggal, dan mungkin juga hamil anak kembar tanpa mengalami apa yang disebut tanda-tanda tersebut.

Kemungkinan Tanda Kehamilan Kembar

Ilustrasi hamil kembar. Foto: Shutter Stock

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tanda ini mungkin tidak dialami semua ibu yang hamil kembar. Namun secara umum menurut kacamata medis, berikut beberapa kemungkinan yang bisa menjadi tanda kehamilan kembar:

Peningkatan kadar hCG

Tingkat hCG yang lebih tinggi dari normal mungkin mengindikasikan bahwa Anda hamil kembar. Saat Anda hamil, tubuh Anda mulai memproduksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) . Kadar hCG mulai meningkat setelah implantasi dan meningkat setiap 39–53 jam pada beberapa minggu pertama kehamilan. Pada kehamilan kembar, kadar hCG bisa 30% hingga 50% lebih tinggi dibandingkan dengan hanya ada satu embrio.

Penting untuk diingat bahwa satu-satunya cara untuk mengukur kadar hCG adalah melalui tes darah. Meskipun tes kehamilan di rumah mendeteksi hCG dalam urine untuk memastikan kehamilan, tes tersebut tidak dapat memberi tahu Anda berapa banyak hCG yang diproduksi tubuh.

Hanya tes darah hCG yang dilakukan di laboratorium yang dapat memberikan gambaran kadar hCG dalam tubuh Anda pada waktu tertentu. Dan meskipun Anda memiliki kadar hCG yang tinggi di awal kehamilan, bukan berarti kehamilan ganda adalah hal yang pasti.

“Kehamilan kembar sering kali mengalami peningkatan kadar hCG, begitu pula beberapa kehamilan tunggal,” jelas Dr. Grünebaum. “Ada berbagai macam tingkat hCG normal baik pada anak kembar maupun tunggal, dan tidak mungkin untuk memastikan apakah mereka kembar bahkan ketika tingkat hCG awal meningkat," imbuhnya.

Gejala kehamilan yang berlebihan

Karena banyak gejala kehamilan disebabkan oleh perubahan hormonal , masuk akal jika orang yang mengharapkan anak kembar (yang sering kali mengalami perubahan hormonal lebih besar dibandingkan orang yang mengharapkan satu bayi) dapat mengalami gejala yang lebih parah.

Christine Greves, MD, seorang OB-GYN di Winnie Palmer Hospital for Women & Babies di Orlando, Florida, menjelaskan bahwa orang yang hamil anak kembar memiliki "risiko lebih tinggi" terhadap banyak hal, termasuk gejala kehamilan yang lebih parah.

Orang yang memiliki bayi kembar mungkin mengalami gejala awal kehamilan yang sama seperti orang yang hamil satu bayi, namun gejalanya mungkin terasa lebih intens.

Gejala Umum Kehamilan Kembar

Gejala-gejala berikut ini umum terjadi selama kehamilan, tetapi mungkin lebih parah saat hamil anak kembar:

  • Kelelahan yang parah

  • Sering buang air kecil

  • Kelembutan payudara yang ekstrem

  • Mengidam makanan yang intens

  • Perubahan suasana hati

  • Morning sickness yang parah

Meskipun gejala fisik yang lebih intens dapat menandakan kehamilan kembar, gejala yang parah juga dapat terjadi pada kehamilan tunggal.