Kumparan Logo

Tanya Jawab Seputar Menstruasi Setelah Melahirkan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menstruasi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menstruasi. Foto: Shutterstock

Setelah melahirkan, beberapa ibu bisa saja mengalami perubahan siklus menstruasi. Setelah melalui masa nifas selama kurang lebih 40 hari, Anda mungkin tidak akan langsung menstruasi. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari perubahan hormon hingga menyusui secara eksklusif.

Nah Moms, berikut ini beberapa hal yang perlu dipahami soal menstruasi setelah melahirkan, seperti dikutip dari Healthline.

Yang Perlu Dipahami soal Menstruasi setelah Melahirkan

Ilustrasi menstruasi. Foto: ViDI Studio/Shutterstock

1. Kapan Menstruasi Datang Lagi?

Jika Anda tidak menyusui secara eksklusif, menstruasi biasanya akan muncul 6 – 8 minggu setelah melahirkan. Namun, jika Anda menyusui eksklusif, waktunya bisa berbeda-beda, bergantung pada kondisi fisik dan psikis ibu. Dalam beberapa kasus, ada ibu yang tidak menstruasi sama sekali selama memberikan ASI eksklusif pada bayinya.

2. Kenapa Ibu Menyusui Terlambat Mengalami Menstruasi?

Penyebab terlambatnya menstruasi pada ibu menyusui adalah karena tubuh ibu menghasilkan hormon prolaktin, yaitu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI dan menekan hormon reproduksi. Akibatnya, ibu tidak mengalami ovulasi atau melepaskan sel telur untuk pembuahan. Hal itulah yang membuat ibu terlambat menstruasi.

3. Apakah Menstruasi akan Mempengaruhi ASI?

Ilustrasi ibu menyusui saat menstruasi. Foto: Shutter Stock

Saat menstruasi kembali, ibu mungkin akan melihat beberapa perubahan pada suplai ASI dan reaksi bayi terhadap ASI. Misalnya, suplai ASI menjadi lebih sedikit atau si kecil jadi enggan menyusu. Meski begitu, perubahan tersebut umumnya terjadi dalam skala kecil dan tidak mempengaruhi kemampuan ibu dalam menyusui secara keseluruhan.

4. Seperti Apa Perbedaan Menstruasi setelah Melahirkan dengan sebelum Hamil?

Menstruasi setelah melahirkan mungkin tidak akan sama lagi seperti saat sebelum hamil, baik dari segi gejala atau darah yang keluar. Haid pertama setelah kehamilan mungkin lebih berat dari biasanya, disertai kram yang lebih intens karena darah yang keluar lebih banyak.

Penyebabnya adalah peningkatan intensitas kram rahim, hormon menyusui, dan rongga rahim yang lebih besar setelah kehamilan. Kondisi ini umumnya akan berkurang setelah haid mulai lancar pada bulan-bulan setelahnya.

Jika menstruasi pertama setelah melahirkan disertai salah satu atau beberapa gejala berikut ini, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut ke dokter.

  • Sering mengganti pembalut setiap jam

  • Pendarahan yang disertai rasa sakit tiba-tiba.

  • Demam mendadak

  • Menstruasi terus deras selama lebih dari tujuh hari

  • Gumpalan darah lebih besar dari biasanya

  • Keputihan berbau menyengat

  • Sakit kepala

  • Sulit bernapas

  • Nyeri saat buang air kecil

kumparan post embed