Kumparan Logo

TBC Tidak Bisa Disembuhkan Hanya dengan Obat Herbal, Ini Penjelasan IDAI

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak sesak, TBC. Foto: SewCreamStudio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sesak, TBC. Foto: SewCreamStudio/Shutterstock

Belakangan ini, beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa penyakit TBC (tuberkulosis) bisa sembuh hanya dengan obat herbal. Klaim ini terdengar meyakinkan, apalagi jika disertai testimoni pribadi.

Namun, benarkah demikian?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, informasi tersebut perlu disikapi dengan hati-hati. Pasalnya, TBC bukan penyakit ringan yang bisa diatasi hanya dengan pendekatan sederhana.

TBC adalah Infeksi Serius yang Butuh Penanganan Tepat

TBC atau Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh.

Yang perlu dipahami, pengobatan TBC bukan hanya bertujuan meredakan gejala. Lebih dari itu, terapi harus mampu membunuh seluruh bakteri hingga tuntas. Tanpa pengobatan yang tepat, kuman bisa tetap hidup di dalam tubuh dan memicu infeksi kembali di kemudian hari.

Ilustrasi anak sesak, TBC. Foto: umarazak/Shutterstock

Salah satu alasan kenapa TBC tidak bisa disembuhkan secara instan adalah karena sifat kumannya yang kompleks.

Bakteri penyebab TBC mampu:

  • Menyebar melalui aliran darah ke berbagai organ tubuh

  • Bersembunyi di dalam sel tubuh

  • Masuk ke kondisi “dormant” atau seolah-olah tidak aktif

Kondisi ini membuat pengobatan TBC harus dilakukan secara sistematis dan dalam jangka waktu tertentu. IDAI menjelaskan bahwa terapi menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dirancang untuk:

  • Membunuh kuman yang aktif

  • Menjangkau kuman yang bersembunyi

  • Mencegah terjadinya resistensi atau kebal obat

Pengobatan TBC Butuh Konsistensi

Ilustrasi Anak minum obat herbal. Foto: GOLFX/Shutterstock

Perjalanan pengobatan TBC memang tidak singkat. Anak perlu minum obat secara rutin dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh dokter. Meski terasa berat, proses ini sangat penting untuk memastikan seluruh bakteri benar-benar mati.

Jika pengobatan dihentikan di tengah jalan:

  • Kuman bisa aktif kembali

  • Risiko kebal obat meningkat

  • Kondisi penyakit bisa menjadi lebih berat

Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak selama menjalani terapi.

Lalu, Bagaimana dengan Obat Herbal?

Ilustrasi obat herbal. Foto: Shutterstock

Tidak sedikit orang tua yang mungkin mencari alternatif pengobatan alami, termasuk obat herbal. Menurut IDAI, beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa obat herbal dapat berperan sebagai pendukung terapi, misalnya membantu meredakan efek samping obat dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun, penting untuk dipahami bahwa hingga saat ini belum ada obat herbal yang terbukti secara ilmiah mampu membunuh bakteri TBC dalam tubuh manusia.

Artinya, obat herbal tidak bisa menggantikan terapi utama TBC.

Jangan Mudah Percaya Informasi di Media Sosial

Di era digital, informasi kesehatan bisa datang dari mana saja. Sayangnya, tidak semuanya akurat atau dapat dipertanggungjawabkan, Moms.

IDAI mengingatkan:

“Di sosial media, kita akan menemukan orang-orang yang lantang memberi edukasi kesehatan sesat, walau tidak kompeten. Jangan sampai tertipu. Ingat orang yang terkenal saja bukan berarti benar dan bisa dipercaya.”

Karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu mengacu pada sumber terpercaya dan berkonsultasi dengan tenaga medis.

Kunci Kesembuhan TBC Ada pada Proses yang Tepat

Harapan terbaik dalam menyembuhkan TBC bukanlah mencari jalan pintas, tetapi menjalani pengobatan yang sudah terbukti efektif.

Dampingi anak untuk:

  • Minum obat secara rutin

  • Kontrol ke dokter sesuai jadwal

  • Tidak menghentikan pengobatan tanpa arahan medis

Dengan konsistensi dan penanganan yang tepat, peluang sembuh dari TBC akan jauh lebih besar, Moms.